Bogor: Toge Goreng Pak Raisan


“Dalam hati, saya berharap kalau toge goreng tidak selangka daun lipung.”

Mari bertemu dengan Pak Raisan, salah satu penjual toge goreng terlama di Jalan Suryakencana. “Penjual cendol dan saya adalah orang-orang pertama yang membuka usaha di wilayah ini,” ujar Pak Raisan.

Di samping fakta kalau dia telah pindah ke lokasi yang sekarang sejak 1982, Pak Raisan tidak ingat waktu pasti pertama kalinya dia berjualan toge goreng. “Saya belajar untuk membuat toge goreng dari Mang Gebro, yang juga dikenal sebagai Sani’un,” kenangnya. “Dia adalah pencipta toge goreng. Pada masa itu, harganya hanya Rp750 per porsi.”

Setelah bertahun-tahun, harga toge goreng telah naik menjadi Rp10.000. Terlepas dari inflasi dan perubahan lain yang terjadi di Bogor, Pak Raisan terus berusaha agar makanan tersebut tetap autentik.

Usahanya tersebut bisa dilihat dari penggunaan daun lipung (daun andong atau daun hanjuang) untuk membungkus lontong dan untuk pesanan yang dibawa pulang. “Daun lipung sudah langka sekarang. Untungnya, saya punya penyalur langganan,” ujarnya.

Menurutnya, daun lipung sangat berguna untuk memberikan aroma ke racikan toge goreng. Hal ini membuat saya sadar kalau aroma unik yang saya hirup saat menyantap hidangan ini adalah dari daun tersebut. Ketika berbicara tentang makanannya sendiri, toge goreng tersebut disajikan dengan bumbu kacang kedelai dan santan, menghasilkan rasa asam yang kuat. Walau demikian, rasa mi dan tauge yang renyah menyeimbangkan rasa asam, menghasilkan campuran rasa yang lezat.

Sadar kalau sudah tak lagi muda, Pak Raisan sudah mempersiapkan anak laki-lakinya untuk melanjutkan bisnisnya. Anaknya—yang sekarang berperan sebagai asisten—telah mulai membantu Pak Raisan melayani pembeli. Ketika saya meninggalkan warung tersebut, dalam hati saya berharap kalau toge goreng tidak selangka daun lipung.

jabodetabek-heritage-toge goreng pak raisan
By Jessicha Valentina

Jl. Suryakencana
(Di depan ruko No. 129)
Buka setiap hari, pukul 08.00–17.00 WIB
Rp10.000/US$0,70


Good Indonesian Food is a team of foodies working to preserve and promote Indonesian culinary.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.