Jakarta: Toko Binatu “An”


“Banyak orang yang datang untuk menikmati otak-otak, sehingga mereka malah memutuskan untuk menutup toko binatunya dan fokus menjual hidangan tersebut—kemudian berlanjut dengan es kopyor—tetapi namanya tetap sama.”

Dari banyak tempat yang menjual es kopyor dan otak-otak di Jakarta, Toko Binatu “An” termasuk lima pilihan terbaik di mata warga Jakarta. Bertempat di Jalan AM Sangaji, Jakarta Pusat, Toko Binatu “An” telah beroperasi sejak 1958 dan memiliki cabang di sebelah barat kota.

Namun, ada sesuatu yang aneh dengan namanya. Arti kata “Binatu” sebenarnya adalah “tempat cuci baju” dalam bahasa Indonesia. Jadi, apakah ini tempat cuci baju atau toko es kopyor/otak-otak? Ya, selalu ada cerita di balik setiap nama, dan untuk Toko Binatu “An”, yang berakar dari hari-hari awal bisnis ini berjalan, saat dagangan utamanya berupa layanan binatu. Menjual otak-otak awalnya hanya bisnis sampingan mereka. Banyak orang yang datang untuk menikmati otak-otak, sehingga mereka malah memutuskan untuk menutup toko binatunya dan fokus menjual hidangan tersebut—kemudian berlanjut dengan es kopyor—tetapi namanya tetap sama.

Ketika rasa penasaran saya terpancing, saya mendatangi Toko Binatu “An” untuk mencobanya sendiri. Bernaung di dalam toko berukuran sedang, penampilannya mirip lapak pinggiran jalan. Tokonya dapat ditemukan dengan mudah berkat kerumunan orang di dekat kedainya.

Sesaat setelah duduk di salah satu bangku toko, sepiring otak-otak langsung diletakkan di atas meja saya. Saya langsung menyantapnya dan menemukan hidangan itu masih hangat. Teksturnya sangat empuk dan tidak ada aroma amis yang bisa terdeteksi indra pengecap saya. Sebagai pelengkap, saya memesan segelas es kopyor untuk mencuci mulut setelah menyantap otak-otak. Kombinasi yang sempurna.

Saya juga berhasil mendapatkan—dan merasakan—hidangan terkenal lain yang tersedia di toko ini, yakni rujak juhi. Bagi yang tidak tahu, rujak juhi adalah penganan Betawi tradisional yang makin sulit didapatkan saat ini. Terdiri atas mi, irisan mentimun, dan juhi (semacam cumi) dengan saus kacang, ini pertama kalinya saya pernah memakan hidangan ini. Rasanya nikmat dan saya menyukainya. Salah satu pegawai toko mengatakan bahwa rujak juhi sebenarnya tidak ada dalam menu mereka—hidangan ini dijual oleh orang lain sejak 1980 di depan Toko Binatu “An”. Dia juga menginformasikan situasi kepemilikan di toko. “Indra, anak pendiri Murniyati, sekarang menjalankan bisnis ini, sementara otak-otak dibuat oleh cucunya, Andre,” katanya.

Jabodetabek-classic-toko binatu'an Jabodetabek-classic-toko binatu'an
Jl. AM Sangaji No. 23,
Jakarta Pusat
Telp: 021 6386 4027
Buka setiap hari dari 10.00-17.00 WIB
Rp60.000/US$4,40 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *