Jakarta: Bakmi Jhon


Air mendidih, bermangkuk-mangkuk mi, dan orang-orang yang sedang makan atau menunggu pesanan mereka datang menyambut saya pagi itu di Bakmi Jhon yang terletak di Jalan Sampit Satu. Jangan mencari restoran atau rumah makan, yang ada hanyalah gerobak mi ayam pinggir jalan yang tidak henti-hentinya didatangi pembeli.

Sambil menunggu mi pesanan saya dihidangkan, saya sempatkan untuk mengobrol dengan salah satu peracik minya, Mas Rahman. Meski dirinya baru bekerja sejak tiga tahun yang lalu, Bakmi Jhon sendiri sudah berdiri sejak 1997 dengan lokasi di Jalan Sampit Satu sebagai pusatnya. Demi menyantap semangkuk minya yang popular itu, banyak orang yang datang dan rela mengantre. Bahkan, menurut Mas Rahman, dalam sehari mereka bisa menjual sekitar 800 porsi.

bakmie jhon bakmie jhon

Selesai mengobrol, tiba saatnya mencicip minya. Pesanan saya adalah mi komplit dengan isi bakso, pangsit rebus, potongan daging ayam, pangsit goreng, dan potongan jamur. Tampilannya memang seperti mi ayam biasa, tapi saat masuk ke mulut, minya lembut dan gurih. Potongan daging ayam yang digunakan besar tanpa kulit maupun tulang. Untuk yang merasa porsi standar kurang, Bakmi Jhon menawarkan porsi jumbo dengan harga sekitar Rp37.000.

Sebelum pulang, saya menyempatkan diri bertanya kepada Mas Rahman. Apa yang membedakan Bakmi Jhon dengan bakmi lain? Rupanya, saat ditanya, pria ramah ini tidak segan-segan membocorkan rahasianya. Penggunaan kecap ikan ternyata memberikan rasa gurih tersendiri. Hal ini menurutnya sudah diterapkan sang pemilik, Jhon, dari dulu sehingga minya laris manis.

Jl. Sampit Satu, Melawai, Jakarta
T: 0812 991 2932
Buka setiap hari, pukul 07.30-15.30 WIB
Rp25.000/ US$1,86 per orang


RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *