Jakarta: Nasi Uduk Kota Intan


Membicarakan nasi uduk terbaik di Ibu Kota tidak melulu terpaku dengan daerah Kebon Kacang. Memang kebanyakan dari kita sudah kadung mengiblatkan cita rasa sepiring nasi uduk yang ideal adalah milik jejeran kedai di sana. Itu cukup bisa dimaklumi mengingat area tersebut sudah puluhan tahun tersohor dengan hidangan nasi uduknya.

Belum lama ini, petualangan kuliner saya mengantarkan saya ke daerah Pasar Baru untuk menyambangi salah satu kedai nasi uduk yang, ternyata, sangat populer di kawasan tersebut, yaitu Nasi Uduk Kota Intan. Walaupun sudah beroperasi cukup lama, kedai nasi uduk ini bukanlah sebuah restoran yang megah. Hanya sepasang warung tenda yang menyambut saat saya menginjakkan kaki di Jalan Samanhudi, Pasar Baru.

Lokasi tepatnya berada persis di atas trotoar di depan GKI Samanhudi. Jam menunjukkan pukul 5.30 sore dan tempat itu sudah mulai ramai dikunjungi para penggemarnya. Memang belum semua meja terisi penuh, tetapi antrian di depan konter makanannya sudah cukup mengular panjang. Konsep yang disodorkan kedai ini memang berbeda dari kedai-kedai nasi uduk di daerah Kebon Kacang. Para pengunjung di sini diharuskan memilih lauk yang akan dipesan langsung dari konter dan menunggu untuk dihidangkan.

nasi uduk kota intan nasi uduk kota intan

Aneka lauk tertata di atas konter kayu panjang, siap untuk dimasak sesuai pesanan Anda. Tidak sekadar ayam serta tempe dan tahu yang bisa dipilih, tersedia juga pilihan bebek dan ikan di sana. Hebatnya lagi, tersedia juga beberapa pilihan sayur seperti kangkung dan tauge. Saya memutuskan untuk memesan dua potong ayam beserta tahu untuk digoreng. Untuk sayurannya, saya memilih untuk mencicipi tumis kangkungnya. Sedikit terdengar aneh memang, menyantap nasi uduk bersamaan dengan tumis kangkung. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba sesuatu yang baru, bukan?

Suapan pertama berhasil membuat saya seperti terbang ke langit ke tujuh. Kelembutan dan gurihnya nasi uduk di sini sangat memanjakan indra pengecap saya. Rasa-rasanya saya sudah terpuaskan hanya dengan memakan nasi dengan bumbu kacang, tanpa lauk. Ayam gorengnya cukup empuk dengan sedikit jejak rasa manis. Di luar dari kelezatan yang saya sebutkan, ternyata kombinasi rasa olahan kangkung dengan nasi uduk tidak begitu mengena di lidah saya.

Bila Anda merasa lokasi Nasi Uduk Kota Intan cukup jauh dari tempat tinggal Anda, mungkin Anda bisa mencoba mendatangi cabangnya yang berada di daerah Kelapa Gading. Satu pesan saya, sebaiknya hindari memadukan nasi uduk dengan masakan kangkung.

Anda juga dapat membaca artikel ini di The Jakarta Post: Tasty ‘nasi uduk’ is talk of town

 

Jl. Samanhudi (depan GKI Samanhudi),
Pasar Baru, Jakarta Pusat
Buka setiap hari, pukul 18.00–02.00 WIB
Rp40.000/US$3 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *