Jakarta: Warunk Cuko


Mendung menyelimuti Jakarta sore itu. Entah kenapa, saya tertarik untuk mengunjungi kedai yang sering saya lewati. Namanya Warunk Cuko. Warung yang sudah berdiri sejak 2005 ini awalnya bernama Pempek Cuko dan mengalami renovasi pada Juli 2016. Bapak Herry Fernandy, sang pemilik, memutuskan mengubah konsepnya dari sekadar warung yang menyajikan pempek khas Palembang menjadi tempat nongkrong yang juga menyediakan berbagai kopi khas Indonesia yang didukung oleh JOIN Kopi.

Memasuki Warunk Cuko yang memiliki dua lantai ini saya langsung tertarik dengan suasananya yang terasa nyaman. Selain meja dan kursi, terdapat juga bangku panjang dengan meja yang menempel dengan bar sehingga kita bisa melihat para barista meracik kopi. Karena hujan mulai mengguyur, saya pun memilih tekwan sebagai hidangan pembuka dilanjutkan dengan pempek kapal selam andalan mereka. Tidak butuh waktu lama, dua menu ini sudah siap di hadapan saya.

warung cuko warung cuko

Tekwan yang disajikan dengan kuah mengepul dan sambal rawit ulek yang disajikan terpisah langsung saya santap. Kuahnya gurih dan semakin nikmat saat diberi bubuhan sambal yang meski sejumput, cukup memberi rasa pedas. Isinya ada bakso ikan, bihun, jamur kuping, pempek, bengkuang, dan cacahan udang. Cocok dinikmati saat hujan atau saat udara sedang dingin.

Tidak lengkap rasanya datang ke kedai ini tanpa mencicip pempek cuko yang dibuat sendiri oleh sang pemilik. Rasa ikan tenggirinya benar-benar menggoda lidah. Bagian luarnya yang renyah ternyata berbanding terbalik dengan bagian dalamnya yang lembut dan kenyal. Siraman kuah cukonya yang manis-pedas membuat pempek yang saya nikmati habis tidak bersisa.

JL. Kav. Polri No. 21, Jagakarsa, Dekat Pintu Barat Ragunan
Jakarta Selatan
T: (021) 70772429/78885384
Buka Senin-Minggu, pukul 11.00-02.00 WIB
Rp50.000/ US$3,80 per orang


RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *