READING

Lezatnya 10 Kuliner Khas Yogyakarta di Balik Ramai...

Lezatnya 10 Kuliner Khas Yogyakarta di Balik Ramainya Pasar Beringharjo


Para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, pasti jarang melewatkan kesempatan mampir dan berbelanja di Pasar Beringharjo. Pasar legendaris ini memang terkenal sebagai tempat membeli batik murah. Namun, sebenarnya tidak hanya batik yang dapat ditemui di pasar yang mulai berdiri pada 1925 ini. Di luar dan dalam Pasar Beringharjo, Anda dapat menemukan berbagai makanan lezat, mulai dari makanan berat hingga jajanan pasar. Ingat, tanyakan dulu harga dan jangan ragu untuk menawar jika Anda merasa harganya terlalu mahal. Selamat menikmati!

Sup Kembang Waru Beringharjo
`
Makanan ini bisa dibilang langka penjual karena umumnya hanya disajikan saat ada acara pernikahan di Kota Yogyakarta. Namun, kini Anda dapat menikmatinya di Pasar Beringharjo, tepatnya di food court lantai dua. Tampilannya bening dengan isian wortel, buncis, tetelan daging, atau ceker ayam. Ada tambahan siomay bungkus dadar yang berbentuk bunga, yang oleh penduduk setempat disebut siomay kembang waru. Dari situlah nama sup ini berasal.

Kue Kipo

Kue ini merupakan salah satu kue khas dari Kotagede. Bentuknya pipih panjang berwarna hijau dengan ukuran sebesar jempol. Kabarnya, nama kipo sendiri berasal dari singkatan “iki opo? kerap digunakan untuk menanyakan kue ini. Karena seringkali ditanyakan seperti itu, nama kipo pun digunakan. Kue kipo sendiri dibuat dari bahan kelapa parut dan gula merah, dan dibungkus kulit yang seolah terbuat dari tepung ketan. Rasanya gurih legit dan saat digigit memberikan sensasi kenyal. Sayangnya, kue kipo hanya dapat bertahan 24 jam karena bahannya yang alami dan tanpa pengawet.

Soto Pithes

Saat menjelajahi Pasar Beringharjo, jangan lupa mampir ke Soto Pithes Bu Sutri Riwet. Soto ini lain dari yang lain karena bumbunya berasal dari kuah yang disiram ke atas nasi dan tauge. Bumbu dapur, gula jawa, kecap setengah botol, dan penyedap rasa menimbulkan rasa segar pada kuahnya yang berwarna kecokelatan ini. Jika Anda memesan soto dengan rasa pedas, maka sang penjual akan melumat (mites) cabai rawit di bibir mangkok. Sebagai teman makan, ada pilihan peyek, keripik, dan kerupuk kecil. Jangan lupa juga memesan segelas wedang kolang-kaling yang dapat disajikan dingin atau panas sesuai pilihan.

Pecel Urap

Anda bisa mencicipi pecel urap di pelataran depan Pasar Beringharjo. Penyajiannya pun bukan dengan piring, melainkan mangkuk yang terbuat dari daun pisang yang disebut pincuk. Pecel ini berisi aneka macam sayuran, seperti bayam, tauge, hingga sawi, kemudian di atasnya diberi siraman bumbu kacang. Sebagai pelengkap, Anda bisa menambahkan tahu dan tempe bacem atau tempe gembus. Untuk teman makan siang, silakan pesan seporsi sego pincuk (nasi pecel) yang nikmat.

Mi Pentil

Mi berukuran kecil ini terbuat dari tepung tapioka, karena itu teksturnya pun kenyal. Ukurannya lebih kecil dari mi pada umumnya. Jika mi biasa dihidangkan dengan siraman kuah atau digoreng, maka mi pentil dimasak polos tanpa bahan-bahan tambahan lain, hanya diberi bawang putih, kemiri, dan garam. Saat disajikan pun, hanya diberi taburan bawang goreng dan sambal mentah yang diaduk menjadi satu dengan mi. Namun, jika Anda merasa mi saja kurang, Anda tinggal tambahkan gorengan.

Pecel Lontong Mbak Sri Cilik

Meskipun banyak penjaja pecel, pecel lontong ini cukup ramai pembeli. Lokasi jualannya pun mudah dicari karena terdapat di depan pintu gerbang Pasar Beringharjo. Keunikannya adalah disajikan dengan lontong atau bakmi. Ada tiga sayuran yang dapat Anda nikmati, yaitu daun pepaya, bayam, dan daun turi. Sebagai tambahan, Mbak Sri juga menyediakan lauk lain, mulai dari sate hingga baceman.

Legomoro

Asal kue ini sama seperti kue kipo, yaitu Kotagede. Terbuat dari beras ketan, daging sapi, dan santan dengan campuran bawang merah, bawang putih, ketumbar, salam, laos, dan gula. Bentuknya mirip lemper karena dibungkus dengan daun pisang, tapi ukurannya lebih kecil. Rasanya gurih karena campuran antara santan dengan daging yang dibumbui. Legomoro sendiri memiliki filosofi: saat datang ke sebuah acara, hati haruslah ikhlas. Filosofi ini diambil dari penggalan kata lego (lega) dan moro (datang). Oleh karena itu, makanan ini kerap disajikan dalam acara-acara khusus, seperti upacara adat atau hajatan.

Empal Bu Warno

Hidangannya merupakan salah satu yang cukup dicari oleh penduduk setempat dan wisatawan di Pasar Beringharjo. Daging empal dan iso (usus sapi) dapat Anda nikmati dengan teman nasi dan sambal. Tidak hanya disantap di tempat, empal dan iso juga dapat menjadi oleh-oleh untuk dibawa pulang. Selain dua menu di atas, ada pula babat dan koyor, serta sayur asem dan sayur lodeh. Kalau mau mencicipi, datanglah saat makan siang karena semua lauknya masih komplet.

Sate Kere

Sekilas namanya agak menggelitik. Sate ini ternyata terbuat dari gajih sapi yang diberi bumbu, lalu dibakar dan disajikan dengan kecap manis. Rasanya merupakan perpaduan antara gurih dan manis. Kalau Anda beruntung, kerap ada daging atau sandung lamur di antara gajih-gajihnya. Sate kere bisa Anda nikmati mulai jam 10 pagi hingga saat Pasar Beringharjo tutup, yaitu jam empat sore. Kalau tertarik, datangi saja sisi selatan pasar dan temukan asap mengepul yang menguarkan bau lezat sate.

Roti Kolombeng

Roti sederhana ini bentuknya mirip cakwe, tapi dengan pori-pori yang lebih kecil. Bentuknya besar-mengembang, tapi ringan dan tidak padat. Rasanya manis legit dan teksturnya empuk. Ada yang menyebut penganan ini sebagai roti, tapi ada pula yang menyebutnya kue karena mengingatkan kita dengan bolu. Bahan-bahannya sederhana, hanya telur, tepung terigu, gula, dan pengembang. Tidak ada mentega, cokelat, ataupun topping tambahan lainnya. Karena tanpa bahan pengawet, roti kolombeng hanya dapat bertahan antara 7-10 hari. Namun, kebanyakan penduduk setempat menyarankan untuk mendiamkan roti ini selama 1-2 hari sebelum disantap agar teksturnya lebih padat.


RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *