READING

Lima Fakta yang Jarang Diketahui Soal Tempe

Lima Fakta yang Jarang Diketahui Soal Tempe


Tempe merupakan hasil fermentasi biji kedelai yang dibuat melalui proses perendaman, pengupasan kulit kedelai, dan pengolahan kacang kedelai itu sendiri. Hasilnya kemudian direbus dalam spora Rhizopus sebelum akhirnya siap untuk dimasak. Di Indonesia, metode tradisional untuk fermentasi ini adalah dengan membungkus kacang kedelai dalam daun waru yang memiliki spora di bagian bawahnya yang digunakan untuk proses fermentasi. Meskipun masyarakat Indonesia menganggap tempe sebagai makanan sehari-hari, sajian ini dianggap sebagai superfood dan sumber protein yang tinggi bagi para vegan dan vegetarian di negara-negara barat. Selama berabad-abad, tempe pun telah berkembang menjadi ragam hidangan yang setia menemani acara bersantap kita, mulai dari tempe orak-arik, tempe bacem, sampai tempe mendoan. Berikut ini beberapa fakta menarik soal tempe yang mungkin belum Anda ketahui.

1. Tempe lebih bernutrisi dari tahu
Tahu mungkin tidak kalah enak dari tempe, tapi dari segi gizi, tempe merupakan juaranya. Meskipun proses pengolahan tempe lebih sederhana, tapi kandungan nutrisi kacang kedelai masih lebih banyak ditemui dalam tempe. Kandungan protein dan serat dalam tempe juga masih lebih tinggi dibandingkan tahu. Dalam setiap setengah gelas, tempe mengandung 15,4 gram protein dan 3,5 gram serat. Bandingkan dengan tahu yang hanya memiliki 10,1 gram protein dan 0,5 gram serat.

2. Proses fermentasi tempe membuatnya menjadi salah satu produk kedelai yang paling mudah dicerna
Kacang mengandung oligosaccharides – salah satu molekul yang sulit untuk dicerna dan kerap membuat perut Anda kembung setelah memakannya. Spora Rhizopus yang terdapat dalam tempe mengubah oligosaccharides menjadi nutrisi yang berguna, sehingga usus Anda pun tidak perlu mengolahnya lagi.

3. Tempe dapat mengurangi gejala menopause dan mencegah kanker payudara
Bagi perempuan, menopause merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Meski demikian, tempe dapat membuat kondisi ini menjadi lebih mudah dilalui. Menopause ditandai dengan adanya penurunan hormon estrogen saat usia tua. Tempe mengandung isoflavones yang menyerupai hormon estrogen. Rajin mengonsumsi tempe artinya menyuntikkan banyak isoflavones ke dalam tubuh Anda yang dapat menggantikan penurunan hormon estrogen. Tidak hanya itu, tempe juga dapat meminimalisir risiko kanker payudara dengan kehadiran isoflavones, mengingat level estrogen yang tinggi merupakan salah satu pemicu utama kanker payudara. Isoflavones dalam tempe dapat membantu menyeimbangkan kandungan hormon dan mengurangi efek negatif dari estrogen.

4. Tempe kaya akan kandungan probiotik
Probiotik – atau yang lazim disebut dengan bakteri baik – memiliki banyak fungsi, seperti mempermudah pencernaan, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan menjaga kesehatan kulit. Tempe mengandung banyak bakteri ini berkat proses fermentasi yang menciptakan dan mendukung pertumbuhan bakteri baik.

5. Tempe tercipta secara tidak sengaja
Ahli sejarah Ong Hok Ham percaya bahwa tempe awalnya merupakan produk yang diciptakan secara tidak sengaja oleh industri tahu Jawa pada abad ke-17. Ketika para pekerja menemukan limbah tahu dapat difermentasi dengan kapang, mereka cukup berani – atau bodoh, tergantung bagaimana Anda melihatnya – untuk memakannya. Peristiwa inilah yang mengawali lahirnya produk tempe yang legendaris.


Being the daughter of Good Indonesian Food’s founder, a love of Indonesian food is clearly a part of Phoebe’s blood. When not procrastinating, she can be found in her natural habitat: hiding in her bedroom with her dog, reading or writing.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.