Lombok: Nasi Montes


Hal yang paling saya ingat saat mencicipi nasi montes adalah lidah yang terbakar karena rasa pedas, yang menyisakan rasa perih.”

“Hari ini, saya akan mengajak Anda untuk mencicip nasi montes,” ujar supir saya selama di Lombok. Padahal, saat itu baru jam 12 siang, tetapi dia sudah mengulang-ulang kalimatnya hingga tiga kali. Saya sendiri tidak tahu sama sekali tentang nasi montes. Namun, persuasi pak supir berhasil meyakinkan saya untuk mencoba makanan tersebut.

Semangatnya bertambah ketika dia menjelaskan tentang sejarah nasi campur yang berasal dari Lombok Tengah tersebut. Menurutnya, nasi montes berasal dari Kampung Montes dan hanya di tempat itulah kami bisa menemukan hidangan tersebut. “Sebenarnya, ada dua penjual nasi montes di Kampung Montes, tetapi salah satunya sudah meninggal,” ucapnya. Desakannya untuk membuat saya mencoba makanan ini berakar dari kemungkinan bahwa nasi montes tak lagi diproduksi, apalagi karena hanya ada satu toko yang memproduksinya.

Setelah perjalanan berliku-liku, akhirnya saya sampai di Jalan Raya Kopang. Pak supir memarkirkan mobil tepat di depan Klinik Dr. Gede Bayu Marguna Putra dan memandu saya ke Kampung Montes. Tidak ada petunjuk jalan untuk menuju kampung tersebut. Ketika saya bertanya bagaimana pembaca saya bisa menemukan tempat tersebut, dengan santai dia berkata bahwa Anda hanya perlu bertanya kepada warga lokal.

Ibu Saerah bisa jadi merupakan satu-satunya orang yang membuat nasi montes di Indonesia. Dia mewarisi resep nasi montes dari neneknya dan nasi montes buatannya diracik langsung dari dapurnya yang bersih. Saya masuk dan memesan seporsi nasi montes dengan ayam pelalah, abon sapi, dan sayuran. Hal yang utama dari hidangan ini adalah rasanya yang pedas dan abon sapinya. Sayangnya, Ibu Saerah tidak memiliki tempat untuk bersantap yang memadai, jadi saya memesannya untuk dibungkus. Hal yang paling saya ingat saat mencicipi nasi montes adalah lidah yang terbakar karena rasa pedas, yang menyisakan rasa perih.

Pengalaman itu menjadi penutup petualangan saya menyantap nasi montes. Saya bisa berkata bahwa ini merupakan pengalaman sangat menyenangkan karena saya bisa mencicipi satu lagi permata tersembunyi dari dunia kuliner Lombok.

By Jessicha Valentina


Good Indonesian Food is a team of foodies working to preserve and promote Indonesian culinary.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.