READING

Lombok: Rumah Makan Taliwang Dua-Em Bersaudara

Lombok: Rumah Makan Taliwang Dua-Em Bersaudara


Ayam kampungnya dibumbui dengan sempurna, memberikan keseimbangan rasa yang ciamik: pedas, asin, dan manis.

Ayam Taliwang memiliki gelar sebagai hidangan khas Lombok. Kunjungan ke Lombok tidak lengkap jika tidak mencicipi hidangan ini. Menariknya, ada dua tempat makan yang mengklaim diri menghadirkan Ayam Taliwang autentik: RM Ayam Taliwang H. Moerad dan RM Ayam Talliwang Dua-Em Bersaudara.

Sebelum melanjutkan, izinkan saya untuk berkisah tentang sejarah hidangan ini. Pada 1967, pasangan suami-istri H. Ahmad Moerad dan HJ. Salamiah—bersama anak tertua mereka H, Muhibbin Murad—memutuskan untuk membuat sebuah restoran di daerah Cakranegara, Mataram. Rumah makan ini mengkhususkan diri menyajikan ayam panggang dan nasi. Oleh karena berasal dari Kampung Karang Taliwang, mereka menamai toko pertama mereka Taliwang I, sebagai pengingat akan kampung mereka. Restoran ini kemudian menjadi terkenal dengan cepat dan banyak yang berusaha meniru menunya.

Pada 1979, H. Muhibbin Murad mencoba peruntungan dengan membuka Taliwang II, walau tidak terlalu sukses. Setelah berpindah lokasi sebanyak tiga kali, dia memutuskan untuk istirahat dari bidang kuliner dan terjun ke bidang transportasi dan properti. Namun, kemudian dia menyadari potensi Ayam Taliwang dan kembali menjalankan bisnisnya. Dia mendirikan Rumah Makan Ayam Taliwang Dua-Em pada 1993. Setelah kepergiannya pada 2007, anak-anaknya melanjutkan bisnis tersebut dan mengubah nama restorannya menjadi Ayam Taliwang Dua-Em Bersaudara.

Saya cukup beruntung karena bisa bertemu dengan Pak Hanafi, anak dari H. Muhibbin Murad. Dia menyempatkan diri untuk menjelaskan kepada saya sejarah restorannya. Walaupun tiap restoran Ayam Taliwang memiliki metode tersendiri dalam menciptakan hidangan ini, mereka memiliki karakteristik yang sama, yaitu saus pedas dan ayam kampung.

Saat saya berada di sana, saya mencicipi hidangan tersebut, bersama dengan beberok—hidangan tradisional khas Sasak—dan tahu goreng. Karena menggunakan ayam kampung, potongannya kecil, tetapi tidak berlemak. Ayam kampungnya dibumbui dengan sempurna, memberikan keseimbangan rasa yang ciamik: pedas, asin, dan manis. Sementara itu, beberok (irisan terong yang dicampur dengan terasi, bawang merah, tomat, dan cabai) memberikan rasa nikmat yang berbeda yang melengkapi Ayam Taliwang dengan sempurna, apalagi dengan rasanya yang tidak begitu berbumbu. Tahu gorengnya dibuat menggunakan tahu abiantubuh, yang namanya diambil dari nama sebuah daerah kecil di Mataram. Tahu ini memiliki teksur yang lembut bahkan saat sudah dimasak.

Saya berharap, setelah membaca artikel ini, Anda akan mendapatkan pemahaman lebih tentang ayam taliwang.

lombok-heritage-rm taliwang 2em bersaudara lombok-heritage-rm taliwang 2em bersaudara
By Jessicha Valentina

Jl. Transmigrasi No. 99
Cakranegara, Mataram, Nusa Tenggara Barat
Telp: (0370) 622914/636734
Buka setiap hari, pukul 08.00–22.00 WITA
Rp50.000/US$3,5 per orang


Good Indonesian Food is a team of foodies working to preserve and promote Indonesian culinary.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.