Lombok: Sate Babat


Untungnya, sate babat buatan Ibu Murniati dibumbui dan dibersihkan secara menyeluruh sehingga menghilangkan bau tak sedapnya.

Saat pertama kali mendengar tentang sate babat, saya berasumsi kalau makanan tersebut seperti sate kikil, yang sudah tidak pernah saya makan selama hampir 10 tahun. Dengan rasa penasaran yang besar, saya memutuskan untuk mencoba sate babat yang dijual oleh Ibu Murniati di Kopang, Lombok Tengah. Ibunda si penjual, Hj. Sah Nun, memulai bisnis ini beberapa tahun lalu. Pada 1990, Ibu Murniati mengambil alih bisnis ini. Walau menjual beragam hidangan yang berasal dari Lombok, dari jam 4–6 sore, sate babat buatannya tetap menjadi favorit di antara hidangan lainnya.

Pengunjung harus membungkus pesanan mereka karena Ibu Murniati tidak memiliki warung yang layak. Saya memesan sate babat dan seporsi plecing kangkung. Satu hal yang saya tidak suka dari babat adalah jeroan gorengnya yang menguarkan aroma tidak enak. Untungnya, sate babat buatan Ibu Murniati dibumbui dan dibersihkan secara menyeluruh sehingga menghilangkan bau tak sedapnya. Dia mengklaim kalau ketiadaan bau tersebut adalah hasil dari proses perebusan dan pengukusan babatnya. Sausnya—dimasak terpisah—merupakan campuran kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai, dan terasi. Ketika semuanya bercampur, yang akan Anda dapatkan adalah daging kenyal dengan rasa gurih yang kental.

Sekarang, akhirnya saya tahu kalau sate kikil dan sate babat adalah dua tipe sate yang berbeda. Hidangan ini memberikan perasaan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

lombok-heritage-sate babat2
By Jessicha Valentina

Jl. Raya Kopang
Di depan Dr. Gede Bayu Marguna Putra Clinic
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Telp: (021) 081933163883
Buka setiap hari, pukul 16.00–18.00 WITA
Rp10.000/US$0,70


Good Indonesian Food is a team of foodies working to preserve and promote Indonesian culinary.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *