READING

Lombok: Serabi Lombok Timur

Lombok: Serabi Lombok Timur


“Camilan ini memiliki tekstur yang tebal dan kenyal, dengan aroma bakaran yang menerbitkan rasa lapar. Bagian bawah kue ini agak gosong—membuatnya terasa renyah, sedangkan bagian atasnya terasa kenyal.”

Saya ingin mempertegas sesuatu: saya suka camilan tradisional. Jadi, ketika saya mendengar ada yang menjual serabi (camilan sejenis panekuk yang terbuat dari telur, santan, dan tepung beras) di Selong, Lombok Timur, saya bergegas merencanakan destinasi kuliner selanjutnya ke sana.

Setelah berkendara selama satu setengah jam dari Mataram, saya sampai Selong sekitar jam 4 sore. Ibu Rodiyah, sang penjual serabi, sedang sibuk memasak camilan andalannya menggunakan kompor kayu. Asap pekat dan berbau menguar dari kompor tersebut, membuat mata saya berair dan iritasi. Ibu Rodiyah lalu menerima pesanan saya. Terdapat dua jenis serabi yang dijual di sini: polos atau manis. Saya mengikuti insting rakus saya dan memesan keduanya.

Sembari menunggu camilan saya dibuat, saya melempar beberapa pertanyaan kepada Ibu Rodiyah yang saat itu sedang menuangkan adonan serabi ke wajan. Ternyata, keluarganya telah berjualan serabi selama turun-temurun. Ibu Rodiyah adalah generasi terakhir yang menjalankan bisnis tersebut sejak delapan tahun lalu.

Saya harus menunggu beberapa saat hingga serabi saya siap dihidangkan karena kapasitas kompor yang hanya bisa memasak maksimal 20 buah. Walau begitu, penantian saya terbayarkan. Camilan ini memiliki tekstur yang tebal dan kenyal, dengan aroma bakaran yang menerbitkan rasa lapar. Bagian bawah kue ini agak gosong—membuatnya terasa renyah, sedangkan bagian atasnya terasa kenyal. Serabi polos memiliki cita rasa sedikit asin, cocok untuk mereka yang suka dengan rasa gurih. Sementara itu, serabi manis menjadi hidangan penutup yang ideal untuk acara apa pun karena Ibu Rodiyah menggunakan gula aren. Rasanya tidak semanis yang Anda bayangkan; memberikan keseimbangan yang sempurna dengan campuran rasa asin.

Kalau boleh jujur, saya masih belum bisa menghilangkan aroma bakaran dari benak saya. Aroma tersebut masih berdiam diri di hidung saya hingga saat ini. Jika ada kesempatan, saya ingin kembali ke Selong sekarang juga untuk mencicipi serabi Ibu Rodiyah.

lombok-heritage-serabi lombok timur
By Jessicha Valentina

Jl. Patimura, Gandor, Selong,
Lombok Timur
Buka setiap hari, pukul 14.00–18.00 WITA
Rp12.000/US$0,90 per wajan.


Good Indonesian Food is a team of foodies working to preserve and promote Indonesian culinary.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *