Malang: Depot Hok Lay


Terlihat mirip mi ayam, cwie mie memiliki tekstur yang halus dan lembut, tidak seperti mi ayam pada umumnya.

Depot Hok Lay asal Malang menjadi contoh sempurna akan akan singkatan dari Good Indonesian Food. Restoran ini memenuhi segala persyaratan di daftar Heritage kami: didirikan pada 1946 oleh Tio Hoo Poo, yang sekarang dioperasikan oleh generasi ketiga, tidak punya cabang lain, dan punya hidangan khas.

Saya sampai ke tempat ini jam 5 sore, ketika Depot Hok Lay baru saja buka lagi setelah istirahat siang. Saat menebarkan pandangan ketika memasuki ruangan, saya menyadari desain interior jadoel, setua restoran ini, tetapi tetap ditata dengan baik dan terlihat seperti sering dibersihkan. Saya duduk dekat pintu depan, dan tak lama kemudian, seorang perempuan bernama Lin menyodorkan daftar menu.

Setelah melakukan riset sebelum berkunjung ke sini, saya langsung memesan cwie mie pangsit—makanan khas Malang—dan fosco, minuman khas Depot Hok Lay yang saya ketahui saat membolak-balik daftar menu. Setelah membaca lebih lanjut, saya menemukan kalau mereka juga menyajikan loenpia, yang juga saya pesan. Tak lama, Lin kembali dengan semua pesanan saya. Saya memulainya dengan mengambil foto makanan sebelum menyantapnya. Lalu, dimulailah sesi makan saya.

Terlihat mirip mi ayam, cwie mie memiliki tekstur yang lembut dan kenyal, tidak seperti mi ayam pada umumnya. Hidangan ini dibumbui dengan sempurna, dengan lada dan kecap yang ada di minya yang meninggalkan bekas di mangkuk saya. Pangsit goreng yang melengkapinya terasa renyah. Satu-satunya yang cukup mengecewakan adalah loenpianya yang peracikannya gagal menghilangkan aroma rebung.

Untuk fosconya, pada dasarnya merupakan campuran susu dan cokelat, dan disajikan menggunakan botol Coca Cola bekas. Enak dan menyegarkan. Saya akhirnya memesan botol kedua untuk menyempurnakan pengalaman bersantap di Depot Hok Lay.

malang-heritage-depot hok lay2 malang-heritage-depot hok lay
Jl. KH Ahmad Dahlan No. 10
Malang, Jawa Timur
Telp: 021 364 513
Buka tiap hari, pukul 09.00–13.30 dan 17.00–20.30 WIB
Rp20.000/US$1,50 per orang


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *