Malang: Pecel Kawi


“Bintang utama untuk makanan saya siang hari itu adalah mendol. Dengan sedikit campuran lengkuas dan cabai, status mendol dalam daftar penganan favorit saya langsung melesat ke peringkat pertama.

Hj. Musilah pertama kali menjajakan pecel dagangannya dengan mengayuh sepeda keliling Kota Malang pada 1972. Pada 1975, kerja kerasnya pun terbayarkan. Pada saat itu, dia berhasil membuka gerai permanen yang diberi nama Pecel Kawi. Kini, perempuan yang telah berusia 84 tahun ini tinggal menikmati hasil kerja kerasnya semasa muda. Rumah makannya saat ini dikelola oleh sang cucu, Widasi, dan berhasil menjadi warung pecel paling populer di Kota Malang.

Saya baru sempat mampir ke Pecel Kawi setelah jam makan siang, sehingga wajar saja jika saat itu tempatnya terlihat lengang. Widasi masih berada di dapur ketika saya datang, dan baru keluar untuk mencatat pesanan saya. Setelah selesai, dengan sigap dia kembali ke dapur untuk menyiapkan bumbu pecel. Saya mengamati dengan saksama ketika dia menyajikan sayur-sayuran rebus, kacang panjang, toge, potongan timun, dan kemangi di atas piring. Kemudian, dia pun menyiram aneka sayuran tersebut dengan sambal kacang yang telah dia racik. Sebelum menyerahkan pesanan saya, dia sempat bertanya apakah saya mau mencoba hidangan pendamping yang tersedia di counter. Salah satunya adalah tempe berbentuk oval dengan warna gelap – Widasi menjelaskan bahwa hidangan ini dinamakan mendol – yang kemudian menjadi pilihan saya.

Setelah siap, saya membawa makanan saya ke meja dan mulai mengunyah. Sayur-sayuran yang segar dan renyah merepresentasikan kemampuan Widasi yang apik dalam memilih bahan-bahan makanan. Sementara itu, sambal kacangnya sedikit pedas – sesuai selera saya. Namun, bintang utama untuk makanan saya siang hari itu adalah mendol. Dengan sedikit campuran lengkuas dan cabai, status mendol dalam daftar penganan favorit saya langsung melesat ke peringkat pertama.

Sebelum meninggalkan Pecel Kawi, saya tak bisa menahan diri untuk menanyakan resep mendol istimewa tersebut kepada Widasi. Beruntung, dia dengan senang hati mau berbagi. Jika Hj. Musilah sedang berada di sana, dia pasti bangga mengetahui kalau sang cucu berhasil melanjutkan bisnisnya dengan baik, dan menjaring satu lagi pelanggan setia.

Jl. Kawi Atas No. 43B,
Malang, Jawa Timur
T: 0341 561 911
Buka setiap hari, pukul 04.30-22.00 WIB
Harga: Rp.20.000/US$1,50 per orang


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *