Malang: Puthu Lanang Celaket


Secara penampilan, saya harus bilang kalau mengecewakan. Namun, kita tidak boleh menilai buku dari sampulnya. Ketika makanan ini mendarat di lidah saya, saya merasakan kenikmatan tiada tara.”

Puthu Lanang Celaket adalah salah satu gerai makanan tertua di Malang. Didirikan pada 1935 oleh seorang perempuan bernama Soepijah, operasional bisnis ini diturunkan kepada anak laki-lakinya, Siswojo sejak 20 tahun lalu. Di bawah kepemimpinannya, Puthu Lanang Celaket tetap menjadi penjaja kue putu yang terbaik dan paling populer di Malang. Ini dapat dilihat dari jumlah pelanggan yang memenuhi gerai ini, yang terletak di gang kecil di Jalan Jaksa Agung Suprapto, setiap harinya.

Toko ini buka setiap hari pada pukul 17.30. Sebaiknya Anda datang ke sana lebih awal karena para pelanggan setia sudah berdatangan pada jam 5. Selain kue putu, Anda juga bisa menemukan camilan manis tradisional lainnya, termasuk cenil dan lupis. Seporsi dihargai Rp10.000 dan pelanggan diberikan kebebasan untuk mengombinasikan ketiganya.

Saya harus menunggu sekitar 40 menit sampai akhirnya mendapatkan kombo kue putu-cenil-lupis pesanan saya. Ketika saya berjalan menuju mobil sewaan, aroma daun pandan dan kelapa menyeruak dari makanan yang baru saja saya beli, membuat rasa lapar semakin menjadi. Sesaat setelah saya sampai ke kamar hotel, dengan tergesa saya membuka daun pisang yang menutupi makanan ini. Tampilannya yang tidak begitu hijau dan merah tersembunyi di balik parutan kelapa dan gula jawa, menyapa mata saya yang begitu kelaparan.

Secara penampilan, saya harus bilang kalau mengecewakan. Namun, kita tidak boleh menilai buku dari sampulnya. Ketika makanan ini mendarat di lidah saya, saya merasakan kenikmatan tiada tara. Kue putunya terasa lembut dan rasanya melebur dengan gula jawa dan tepung beras. Kemudian, cenilnya terasa kenyal dan hambar di awal. Untungnya, parutan kelapa dan gula jawa membantu memberikan rasa yang memang saya cari.

Berukuran terbilang kecil dibandingkan lupis yang biasa saya makan, camilan versi Puthu Lanang Celaket dikukus dengan sempurna dan tidak menguarkan aroma tak sedap. Saya mencoba memakannya sekaligus bersama cenil dan hasilnya hanya bisa dideskripsikan sebagai sensasi yang menakjubkan.

Tanpa ragu, saya pasti akan kembali ke Puthu Lanang Celaket. Tentunya, saya akan memesan kue putu lebih banyak.

Jl. Jaksa Agung Suprapro, Gang Buntu, RT 03
Malang, Jawa Timur
Telp: 0817 530 365
Buka setiap hari, pukul 17.30–22.00 WIB
Rp10.000/US$0,80 per porsi


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.