Malang: Warung Orem-orem


“Gigitan pertama memberikan kombinasi rasa manis dan gurih, yang memanjakan lidah saya tanpa akhir.

Seorang teman kerja pernah menulis sebuah artikel tentang tempe goreng. Berjudul, “Flawed Perfection”, berisi tentang kecintaannya akan tempe, yang ia gambarkan sebagai makanan murah terbaik sepanjang masa. Di dalam artikel tersebut, dia juga membeberkan mengenai pengalamannya mencicipi berbagai variasi tempe—mulai dari tempe goreng yang biasa ditemukan di warung, sampai tempe burger yang disajikan di hotel bintang lima. Kalau saja saya tipe orang yang suka bertaruh, saya akan mempertaruhkan sejumlah uang kalau dia belum pernah mencoba orem-orem, yang hanya bisa ditemukan di Malang.

Saya menemukan makanan ini secara tidak sengaja. Ketika sedang mencari penjual tahu telur di kota ini, terjadi miskomunikasi yang membuat supir yang mengantarkan saya justru membawa saya ke tempat bernama Warung Orem-Orem di Jalan Gatot Soebroto. Ketidakawaman saya akan nama makanan tersebut justru membuat rasa penasaran saya semakin besar. Saya pun keluar dari mobil, bukannya untuk memarahi si supir, melainkan untuk mencoba orem-orem.

Pak H. M. Syahri, yang mengepalai gerai ini, telah menjual orem-orem selama lebih dari 30 tahun. Dan, sepertinya semua orang di Malang mengenal orang ini. Tokonya yang berukuran kecil terlihat penuh oleh pelanggan setianya, pagi dan malam. Pemandangan ini membuat saya semakin bersemangat mencoba orem-orem buatannya.

Mulanya, pencinta daging seperti saya akan langsung kecewa ketika tahu kalau makanan ini hanya terdiri atas tempe dan lontong—tidak ada jejak daging sama sekali, sementara kuahnya yang berwarna kuning mengindikasikan kalau bahan utamanya adalah santan dan kunyit. Gigitan pertama memberikan kombinasi rasa manis dan gurih, yang memanjakan lidah saya tanpa akhir. Teman saya pasti akan kegirangan kalau mencicipi makanan ini, apalagi dengan harganya yang murah, Rp6.000, untuk porsi yang cukup besar.

Jl. Gatot Subroto,
Malang, Jawa Timur
Buka setiap hari, pukul 09.30–16.00 WIB
Rp6.000/US$0.50 per porsi


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *