READING

Medan: Ahai Mie Kangkung Belacan (MKB)

Medan: Ahai Mie Kangkung Belacan (MKB)


Untuk sesaat, Medan menjadi rumah saya sebelum orangtua saya kembali ke Jakarta 20 tahun yang lalu. Pada saat itulah saya mulai mengenal rasa mi kangkung belacan yang lezat—buah pikiran warga asli Medan Ibu Aheng. Dia membuka toko pertamanya di Pasar Ramai, dan setelah berdiri selama lebih dari tiga dekade,  toko itu menjadi destinasi wajib para pencinta mi terasi di ibu kota Sumatra Utara.

Telah melakukan ekspansi yang terdiri atas tiga cabang tambahan, toko ini juga memperkenalkan variasi hidangan dengan versi halal. Saat berpulang ke Medan baru-baru ini, saya memutuskan untuk mengunjungi toko teranyarnya di Jalan Semarang—pusat kuliner di area Pecinan Medan. Mudah ditemukan di antara kerumunan penjaja makanan di sepanjang jalan, saya duduk di salah satu kursi plastik yang kosong dan memesan seporsi mi kangkung belacan yang halal. Salah satu pegawai di sana meminta saya untuk menunggu sejenak karena Ahai, anak Ibu Aheng yang mengambil alih pengoperasian toko 26 tahun yang lalu, tak lama lagi akan datang.

Saat saya berbincang santai dengan pelanggan lainnya, Ahai datang. Dia mengenakan celemek, memanaskan kompor, dan mulai menggoreng mi kangkung belacan saya. Saat dia masak, saya bisa mencium aroma terasi yang memenuhi toko—membuat nafsu makan saya semakin hebat.

Disajikan di atas daun pisang, mi kangkung belacan ini terdiri atas tomat segar, udang, dan cumi. Raca terasinya yang tajam datang dari kuahnya—gurih sekaligus pedas—menusuk lidah saya, dan saya terus melahapnya. Tomat di dalamnya menambahkan sentuhan kesegaran pada hidangan ini, sementara tekstur renyah dari kangkungnya membantu menyeimbangkan keseluruhan rasanya.

Usai makan, saya mendekati Ahai dan berbincang dengannya. Mengenai perubahan pada bisnisnya baru-baru ini, dia menjawab bahwa itu hanya imbas implementasi sejumlah ide inovatif, termasuk di antaranya hidangan versi halal dan membuat profil media sosial. Tentunya bukan sesuatu yang orang harapkan dari penjaja makanan pinggir jalan, tetapi itulah yang akan membuat Ahai dan tokonya bisa bertahan di tengah persaingan.

Jl. Semarang, Medan
Sumatra Utara
Telp: 0851 0078 1131
Buka setiap hari, pukul 06.30-23.00 WIB
Harga: Rp30.000/US$2,20 per orang


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *