Medan: BPK Daud Sitepu


Menyantap babi panggang karo ketika Anda berada di Medan adalah wajib hukumnya, apalagi jika Anda penggemar berat hidangan ini. Meski demikian, jangan bingung dengan banyaknya restoran babi panggang yang berlimpah di kota ini, karena BPK Daud Sitepu dijamin merupakan pilihan yang paling tepat.

Berdiri pada 1968, nama restoran ini berasal dari nama sang pemilik: Daud Sitepu. Hingga saat ini, BPK Daud Sitepu memiliki dua cabang – di Medan dan Sibolga – dan keduanya dijalankan oleh anak-anak perempuan Bapak Daud.

Saya mampir ke salah satu cabangnya di Jalan Jamin Ginting yang dikelola oleh Ibu Shella. Mengikuti resep dari sang ayah, rumah makan ini menyajikan hidangan babi panggang karo yang autentik, dibuat dari darah dan jeroan babi. Mungkin terdengar sedikit mengerikan, tapi percayalah, rasanya tidak seburuk yang Anda bayangkan.

Tempat makan ini sudah dipadati pengunjung ketika saya tiba pada jam makan siang. Meskipun tidak dilengkapi dengan air conditioner (AC), area makannya cukup nyaman dan tidak pengap. Setelah menunggu dua menit, akhirnya saya mendapat meja kosong dan segera memesan seporsi babi panggang karo beserta kidu-kidu.

Selama menunggu, saya memerhatikan bahwa pengunjung lain menyantap makanannya langsung dengan tangan. Begitu pesanan saya tiba, saya pun mengikuti cara mereka. Entah karena cara makan saya atau resep spesial hidangan ini, acara santap siang saya hari itu sangan memuaskan.

Babi panggang karo di sini sangat empuk dan berasa, disajikan dengan sesendok sambal yang terbuat dari darah babi dan andaliman yang menambah cita rasa segar. Ditemani dengan aroma menggoda dari kidu-kidu yang disajikan dalam potongan kecil tapi lezat, pengalaman bersantap saya semakin sempurna.

Dengan penataan interior yang apik dan makanan yang lezat, BPK Daud Sitepu merupakan destinasi kuliner paling ideal untuk memuaskan dahaga Anda akan hidangan daging babi di ibu kota Sumatra Utara.
Jl. Jamin Ginting No. 76,
Merdeka, Medan
Sumatra Utara
Buka setiap hari, pukul 10.00-16.30 WIB
Rp.40.000/US$3 per orang


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *