READING

Medan: Sate Padang Simpang Waspada

Medan: Sate Padang Simpang Waspada


Di antara sekian banyak sajian Nusantara, cukup akurat mengatakan kalau masakan Padang merupakan salah satu yang paling mudah ditemukan di negeri ini. Ini juga berlaku di Medan, tempat di mana saya menemukan Sate Padang Simpang Waspada. Pemiliknya, Pak Andi merantau ke ibu kota Sumatra Utara ini pada 1980-an dari Bukittinggi. Dia kemudian memulai bisnis sate padang pada 1984 hingga sekarang.

Sebelum berkunjung, saya menyempatkan diri membaca sejumlah review di internet mengenai tempat ini, yang hampir seluruhnya bernada positif. Ketika tiba di gerainya yang mini, saya dilayani oleh Deviani, yang kebetulan adalah anak perempuan Pak Andi. Setelah menyampaikan pesanan saya, Deviani – dengan supervisi dari sang ayah – segera mengambil enam tusuk sate dan membakarnya. Sembari mengipas sate, dia memberitahu saya bahwa gerai pertama ayahnya terletak persis di seberang jalan. Namun, dia tidak mengatakan alasan di balik relokasi gerainya tersebut.

Setelah membakar sate dengan saksama, Deviani akhirnya yakin kalau sate padang buatannya sudah matang dengan sempurna. Setelah diangkat, sate-sate itu pun dicelupkan ke dalam panci aluminium yang berisi saus sate, laludisajikan di atas piring. Hidung saya mendeteksi aroma semerbak kunyit dan ketumbar dari sausnya, dan sontak langsung menelan ludah.

Deviani memberikan sate pesanan saya dan memandu saya ke sebuah kursi plastik yang berada di samping panggangan sate. Begitu duduk, saya menyadari betapa besarnya ukuran daging di tiap-tiap tusuk sate – kira-kira dua kali lebih besar dari ukuran daging sate padang yang biasa saya makan di Jakarta. Sementara itu, ususnya kenyal dan tidak berbau – sesuai dengan selera saya. Sausnya pun memiliki cita rasa pedas yang pas. Meskipun saya berada di Medan, kali ini saya justru jatuh cinta dengan masakan Padang.

Jl. Let. Jend. Suprapto,
Medan, Sumatra Utara
Telp: (061) 7733 83260
Buka setiap hari, pukul 16.00-24.00 WIB
Rp.29.000/US$2,20 per porsi

 


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *