Medan: Sop Kambing Kumango


Saya paham kalau tidak semua orang menyukai sop kambing. Saya pribadi, tidak tahan dengan baunya yang menyengat. Namun, saya cukup kaget ketika poin negatif ini tidak saya temukan ketika mencoba hidangan andalan Sop Kambing Kumango di Medan.

Pemiliknya, Bapak Tresno membuka rumah makan ini pada 1975, dan mengambil nama jalan tempatnya berada – Jalan Kumango – sebagai nama restoran. Seiring dengan kepopulerannya yang kian melonjak, Bapak Tresno pun kemudian membuka cabang lain di kota ini. Ketiga anak lelakinya, Roy, Gafur, dan Sonny kini bertanggungjawab mengelola bisnis, dengan Roy sebagai kokinya. Hingga sekarang, dia masih setia menggunakan resep rahasia warisan sang ayah sampai detail terkecil, termasuk menambahkan wortel ke dalam sop.

Gerai utama restoran ini hanya beroperasi pukul 18.30-23.00, dan sering kali dipenuhi pengunjung selama jam makan malam. Ketika jumlah pelanggan melebihi kapasitas area makan, meja-meja tambahan akan disiapkan di pinggir jalan.

Saya mampir ke sana sekitar pukul 20.00, dan seperti yang sudah saya duga, saya kebagian duduk di luar restoran. Dari menu sop kambing dan sop kaki kambing yang ditawarkan oleh pelayan, saya memilih yang pertama.

Antusiasme saya sedikit pudar begitu menyaksikan presentasi hidangan ini di atas meja. Saya menyendok kuah sopnya, dan berkata dalam hati kalau makanan ini mirip dengan makanan bayi. Beruntung, tampilannya yang berantakan tidak mencerminkan kualitas rasanya.

Disajikan panas dan dibuat dari perpaduan wortel dan berbagai macam bumbu, sop ini memiliki rasa gurih dan manis yang seimbang. Sebagai bonus, tidak ada aroma tak sedap khas kambing yang menguar dari dagingnya. Bahkan, rasanya lembut dan sangat enak. Merupakan hidangan yang sempurna saat hujan turun di malam hari.

Jl. Kumango,
Medan, Sumatra Utara
Buka Senin-Sabtu, pukul 18.30-23.00 WIB
Rp.40.000/US$3 per orang


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.