Medan: Sop Sumsum Langsa


Berbagai jenis makanan tradisional yang eksotis sepertinya semua tersedia di Pulau Sumatra. Salah satunya adalah sumsum langsa – sup yang berisikan sumsum tulang sapi yang berasal dari sebuah kota kecil di Aceh bernama Langsa. Beruntung, restoran yang menyediakan hidangan ini – dengan nama yang sama – terdapat pula di Medan, yang berarti Anda tidak perlu berplesir lebih jauh ke utara Sumatra hanya untuk mencicipi kelezatannya.

Didirikan pada 1970 oleh seorang keturunan Aceh, Bapak H. Lukmanul Halim, rumah makan ini tercatat telah memiliki tiga cabang yang beroperasi di Medan. Saya mengunjungi salah satunya di Jalan Setiabudi, yang terletak tepat di sebelah Mie Aceh Titi Bobrok. Setibanya di sana, saya langsung dibuat terkesan oleh ukuran sumsum tulang sapi yang superbesar di etalase restoran. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya menghabiskan porsi sebesar itu.

sop sumsum langsasop sumsum langsa

Saya memesan satu porsi sop sumsum langsa, dan dalam sekejap hidangan ini langsung siap di atas meja, lengkap dengan pisau makan dan sedotan. Yang terakhir ini digunakan untuk menyedot lemak dari tulang, sedangkan pisau dipakai untuk memotong daging sapi dari sumsum tulang yang besarnya menyamai ukuran piring. Menyedot lemaknya saat pertama kali cukup sulit bagi saya, tapi saya langsung ketagihan begitu merasakan rasanya yang gurih.

Sajian ini memberikan sensasi berminyak di mulut dan tenggorakan, tapi dapat dinetralisir oleh kuahnya yang menyegarkan, yang terbuat dari campuran kapulaga, kayu manis, lada, dan bawang.

Perlu waktu sekitar 30 menit bagi saya untuk melahap habis hidangan ini. Sesampainya di hotel, saya pun berpaling ke Google untuk mencari tahu lebih banyak soal sop sumsum langsa. Ternyata, sumsum tulang sapi mengandung 96 persen lemak yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya membangun kekebalan tubuh, membantu proses pencernaan, dan mencegah kanker.

Jl. Setiabudi No. 17B,
Medan, Sumatra Utara
Buka setiap hari, pukul 10.00-22.30 WIB
Rp.40.000/US$3 per orang


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *