READING

Medan: Soto Sinar Pagi

Medan: Soto Sinar Pagi


Merupakan hal yang wajib bagi para traveller untuk mencicipi hidangan soto medan saat berkunjung ke ibu kota Sumatra Utara. Kebetulan, soto medan paling populer di kota ini juga menyandang predikat sebagai yang terenak. Bahkan, menurut cerita, tokoh-tokoh terkenal seperti mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan salah satu Miss Universe juga merupakan penggemar setia soto buatan restoran ini: Soto Sinar Pagi.

Didirikan pada 1962 oleh seorang keturunan Padang bernama Zulkarnaen, Anda tidak akan menduga kalau restoran ini begitu populer jika melihat penampilan luarnya saja. Terletak di dalam kawasan pusat jajanan, tidak terlihat perlengkapan makan mewah atau taplak meja cantik di area makannya yang bersatu dengan penjaja makanan lainnya. Namun, jangan tertipu dengan penampilannya, karena kualitas soto medan di sini dijamin tidak ada yang mengalahkan.

Tiba pada pukul 10 pagi, tempat ini rupanya sudah dipenuhi oleh para pelanggan. Saya disambut oleh cucu dari Zulkarnaen, Muhammad Idris yang kemudian mencatat pesanan saya. Dengan pilihan daging ayam, sapi, dan kombinasi keduanya untuk menu soto, saya memilih daging ayam dengan tambahan perkedel kentang. Maklum, karena saat itu saya baru saja melahap soto daging sebelum kunjungan saya ke sini.

soto sinar pagisoto sinar pagi

Saya duduk di dekat gerobak soto dan menyaksikan sendiri saat Pak Idris menyiapkan soto saya. Saat dia meletakkan semangkuk soto di atas meja, saya langsung mencium aroma sedap bumbunya dari kuah kaldu yang menguar. Konsistensinya yang padat dihasilkan dari perpaduan sempurna antara kuahnya dengan santan – sangat berbeda dari soto medan yang baru saja saya cicipi. Soto ini memiliki cita rasa yang kuat dan semakin lezat karena suwiran daging ayam. Dengan cepat saya melahap habis hidangan ini, dan kemudian menghampiri Pak Idris untuk mengetahui resep rahasianya.

Saya sedikit kecewa ketika dengan malu-malu dia menolak permintaan saya untuk berbagi resep andalan. Alih-alih, dia memanggil sang ibu untuk meminta bantuan. Rosmiati, yang merupakan anak dari Zulkarnaen, melanjutkan bisnis soto ini sejak sang ayah wafat. Hingga sekarang, dia masih setia menggunakan resep dari sang ayah sampai detail terkecil.

“Kami menggunakan beberapa bumbu, termasuk jintan, ketumbar, kayu manis, cengkeh, pala, dan kunyit,” katanya. Rosmiati bahkan berbaik hati membagikan metode rahasianya dalam mengolah bumbu-bumbu ini: campur bahan-bahan tersebut dengan tepat sebelum menambahkan kaldu ayam ke dalamnya.Teknik yang sederhana, tapi dapat menghasilkan hidangan yang luar biasa.

Jl. Sungai Deli No. 2,
Sumatra Utara
T: 061 661 4943
Rp.26.000/US$2


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *