READING

Tiga Oleh-Oleh Wajib dari Medan

Tiga Oleh-Oleh Wajib dari Medan


Kapanpun saya berplesir, baik itu untuk urusan kerja maupun liburan, saya tak pernah lupa membawa oleh-oleh berupa makanan khas daerah tersebut. Alasannya, agar kerabat dan teman dekat saya dapat ikut merasakan pengalaman saya mencicipi kuliner di kota-kota di Indonesia. Namun, komitmen ini cukup sulit diterapkan saat saya berkunjung ke Sumatra Utara. Pasalnya, provinsi ini menyimpan ragam hidangan khas lokal yang tidak terhitung banyaknya. Setelah berpikir keras, akhirnya saya berhasil mempersempit pilihan saya menjadi tiga varian makanan khas di bawah ini.

Roti Ganda
Jika Anda sempat membaca tulisan saya soal Roti Ganda, maka Anda sudah tahu kalau roti tawar buatan toko ini merupakan oleh-oleh wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pematang Siantar. Meski demikian, menyimpan roti tawar di dalam koper Anda bukanlah keputusan yang bijak. Oleh karenanya, saya memilih membawa krim home-made dan meises buatan toko ini, mengingat keduanya dijual dalam toples kecil. Lebih praktis, dan pastinya lebih tahan lama.

Bolu Meranti
Begitu Anda memasuki area keberangkatan Bandara Internasional Kuala Namu, Anda pasti akan melihat banyak wisatawan menjinjing tas belanjaan berisikan kotak-kotak kuning dengan tulisan “Meranti” di atasnya. Brand ciptaan ibu rumah tangga bernama Ai Ling ini menawarkan penganan Swiss roll yang cukup ikonik di Kota Medan. Tersedia dengan berbagai jenis isian, termasuk cream cheese, stroberi, dan nanas, makanan ini dapat bertahan hingga satu minggu jika disimpan di dalam kulkas.

Bika Ambon
Merupakan camilan khas lain dari Medan, bika ambon terbuat dari tapioka, tepung, ragi, dan santan. Memiliki tekstur unik seperti spons, sajian ini dijamin membuat para pencinta hidangan manis ketagihan. Anda dapat menemukan penjaja bika ambon berderet di Jalan Majapahit, tapi Bika Ambon Zulaikha dan Bika Ambon Ati merupakan dua yang paling populer. Seperti Bolu Meranti, bika ambon dapat bertahan hingga satu minggu.


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *