READING

Menyusuri Kuliner Peranakan di Jakarta

Menyusuri Kuliner Peranakan di Jakarta


Budaya Tionghoa Peranakan bisa dibilang mempunyai porsi yang cukup besar dalam menghiasi indahnya keragaman budaya di Indonesia, termasuk soal makanan. Semuanya bermula dari para pedagang asal Tiongkok yang datang jauh sebelum negara Republik Indonesia terbentuk, kemudian menetap dan membawa pengaruh yang signifikan terhadap pembauran budaya di negara ini.

Di Jakarta, kita bisa mencicipi kekuatan ragam kuliner Peranakan di berbagai lokasi. Berikut beberapa kedai yang mengusung cita rasa Peranakan yang kuat, sebagian di antaranya sudah menjadi legenda di ibu kota.

Restoran Trio

Terletak di bilangan Gondangdia, Jakarta Pusat, Restoran Trio memiliki sejarah yang cukup panjang. Didirikan pada 1947, tempat ini merupakan salah satu tempat makan tertua di Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, terdapat 300 jenis makanan, termasuk makanan Kanton, Indonesia, dan Belanda, yang siap memuaskan lidah dan perut Anda. Menu ayam nanking di sini sangat sayang untuk dilewatkan.

Baca selengkapnya di Restoran Trio

Shantung Kitchen

Lokasinya berada di area Kelapa Gading, sebuah area permukiman di utara Jakarta yang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner ibu kota. Berbagai sajian oriental ditawarkan di restoran ini. Kuotie, swikiau, dan sekba adalah suguhan terbaik Shantung Kitchen yang wajib Anda cicipi. Ini adalah sajian oriental terbaik di Jakarta menurut Managing Director Good Indonesian Food.

Baca selengkapnya di Shantung Kitchen

Cahaya Kota

Menawarkan sederet masakan Cina serta memiliki tempat yang cukup besar, Cahaya Kota adalah primadona di Jalan Wahid Hasyim, Menteng. Pertama kali beroperasi pada 1943, restoran ini mulai menempati lokasinya yang sekarang pada 1962. Tempat yang nyaman, masakan yang menggiurkan, serta pelayanan yang baik menjadikan Cahaya Kota pilihan terbaik untuk acara makan bersama.

Baca selengkapnya di Cahaya Kota

Kopi Es Tak Kie

Tempat ini bukan restoran keluarga dengan deretan pilihan masakan oriental, melainkan hanya sebuah warung kopi. Namun, ini bukan warung kopi seperti yang banyak Anda temui di pinggir jalan. Ini adalah warung kopi klasik nan kaya sejarah. Berdiri sejak 1927, pada masa penjajahan Belanda, Anda masih bisa menikmati nuansa oriental yang kental pada tampilan konternya. Rasanya Anda sedang dibawa menikmati secangkir kopi di era tempo dulu.

Baca selengkapnya di Kopi Es Tak Kie

Rendezvous

Restoran yang tidak pernah sepi dari serbuan pengunjung ini sudah beroperasi sejak 1973. Perjalanan yang panjang membuat Rendezvous mengerti cara memuaskan para penggemar setianya. Dengan porsi hidangan yang cukup besar serta harga yang tidak menguras kantong, sangat wajar bila restoran ini bisa menjaring begitu banyak peminat.

Baca selengkapnya di Rendezvous


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *