Padang: Soto Garuda


Dibandingkan dengan rendang sapi dan sate padang, soto padang belum mencapai tingkat ketenaran yang dimiliki saudara-saudaranya itu di luar Padang. Bahkan, saya baru pertama kali mencicipinya kurang dari setahun yang lalu. Meski begitu, saya langsung dibuat takjub dengan kenikmatannya sejak suapan pertama. Sejak saat itu, saya jadi penggemar beratnya. Oleh karena itu, kegembiraan saya memuncak ketika harus mencicipi hidangan ini langsung dari tempat asalnya.

Pada hari pertama di Padang , saya langsung mengunjungi Soto Garuda di Jalan S. Parman. Memegang predikat sebagai penjaja soto terbaik di Padang, rumah makan ini sudah beroperasi sejak sekitar 1974 dan memiliki tiga toko di sekitar kota tersebut. Mampu memuat sekitar 80 orang, rumah makan ini biasanya ramai pada jam makan siang.

soto garuda

Setelah duduk, saya memesan soto sapi andalannya. Anda memiliki pilihan untuk mencampurnya dengan paru sapi goreng. Hidangan ini terdiri atas irisan daging sapi goreng, kentang halus, mi kacang hijau, irisan daun bawang, dan kaldu sapi bening. Beberapa potong daging gorengnya renyah, sementara yang lainnya cukup empuk. Dimasak dan dibumbui dengan baik, irisan daging goreng yang dimasukkan ke dalamnya cukup banyak. Namun, sesaat setelah merasakan kaldu sapinya, senyum yang menghiasi wajah saya saat mencicipi daging gorengnya langsung berubah masam. Rasanya terlalu asin bagi saya dan tidak seasam yang saya harapkan.

Jl. S. Parman No. 110,
Padang
Buka setiap hari dari jam 07.00-21.00 WIB, kecuali hari Jumat
Rp30.000/US$2,30 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *