Palembang: Pempek Dempo 310


Pempek sudah seperti sinonim untuk kuliner Kota Palembang. Oleh karena itu, tak aneh jika rencana perjalanan saya ke kota ini banyak diisi nama-nama penjaja pempek. Setelah check-in di hotel, saya menyalakan Google Maps di ponsel pintar untuk menemukan lokasi Pempek Dempo 310 – tempat makan yang terkenal sebagai penjaja pempek terlezat di kota. Ternyata, lokasinya tak jauh dari tempat saya menginap–benar-benar beruntung.

Saya hanya perlu berjalan lima menit untuk mencapai rumah makan tersebut. Menempati toko sederhana yang dapat menampung sekitar 40 orang, toko ini sudah menerima sejumlah tamu yang ingin menikmati pempek sejak jam sembilan pagi. Setelah duduk di salah satu meja, saya memesan seporsi pempek favorit saya: pempek kapal selam.

Penampakannya seperti pempek kapal selam biasa dan terdiri atas perkedel ikan, beberapa abon udang, dan potongan mentimun. Perkedel ikannya penuh rasa dan bertekstur kenyal, tanpa bau amis yang muncul dari adonannya. Secara keseluruhan, rasanya mirip pempek yang pernah saya coba sebelumnya, dengan saus cuka yang memberikan kombinasi sempurna antara manis dan pedas.

Ketika saya sedang membayar makanannya di konter, saya berbincang dengan pemiliknya. Dia mengatakan bahwa kelebihan pempek miliknya dibanding pesaing-pesaing lain terletak pada penggunaan ikan belida – semacam ikan pisau yang bernaung di Sungai Musi. Namun, kelangkaannya memengaruhi jam operasional toko tersebut. Untuk mempertahankan kualitasnya, tempat makan ini harus berhenti beroperasi ketika suplai ikannya habis. Oleh karena itu, Anda sangat disarankan untuk menelepon terlebih dulu sebelum mengunjungi Pempek Dempo 310.

Jl. Lingkar I Dempo Luar No. 310,
Palembang
T: (0711) 311 235
Buka setiap hari, pukul 08.00-16.00 WIB
Rp40.000/US$3 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

  1. Dina Sigit

    7 April

    “Secara keseluruhan, rasanya mirip pempek yang pernah saya coba sebelumnya, dengan saus cuka yang memberikan kombinasi sempurna antara manis dan pedas.”

    Memang yang bisa menentukan pempek yang enak dan tidak itu harus asli orang Palembang, atau orang yang sudah lama di Palembang dan sering makan Pempek. Kalau saya pribadi merasa memang pempek dengan daging ikan belida terasa lebih enak dari ikan gabus (sungai) atau tenggiri (laut).

    Trims

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *