READING

Semarang: Pisang Plenet Pak Subandi

Semarang: Pisang Plenet Pak Subandi


Jika Anda punya rencana untuk melakukan perjalanan ke Semarang, saya sarankan untuk mengatur akomodasi di dekat dengan Jalan Gajah Mada atau Jalan Pemuda. Kedua jalan tersebut menawarkan beragam camilan menggoda selera, termasuk tahu pong, Loenpia Mbak Lien, dan Toko Oen. Penjaja yang populer lainnya adalah Pisang Plenet Pak Subadi yang terletak tepat di seberang Pasaraya Sri Ratu di Jalan Pemuda, yang menjual pisang plenet (pisang bakar penyet).

Sang empunya, Pak Subandi, sudah menjual makanan berbasis pisang ini di wilayah ini sejak 1975—bahkan sebelum Pasaraya Sri Ratu dibangun. Saya mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan pria ramah ini saat berkunjung di siang yang mendung. Dengan supel, dia bercerita tentang bisnisnya. Dia bahkan mengajarkan saya cara membuat pisang plenet.

Terdiri atas pisang, selai nanas, meses, dan gula pasir, Pak Subandi terlihat lihai saat menyiapkan seporsi pisang plenet. Ternyata, Anda hanya perlu panggangan panas dan balok kayu untuk menggepengkan pisang bakar tersebut. Pangganglah dengan benar, Anda akan mendapatkan rasa yang lebih enak dan aroma yang menggoda yang menguar dari pisangnya. Tekstur pisang bakar yang lembut melebur sempurna dengan mese dan gulanya. Selai nanasnya menyumbangkan rasa asam dan manis. Saya membeli porsi tambahan untuk dibungkus karena rasanya yang sangat enak.

pisang plenet pak subandi

Jl. Pemuda (di depan Pasaraya Sri Ratu),
Semarang
Buka tiap hari, pukul 13.30–23.00 WIB
Harga: Rp10.000/US$0,80 per bungkus


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *