Sate yang Mendunia


Pada 20-24 April 2016, World Street Food Congress ke-3 diselenggarakan selama lima hari di Bonifacio Global City di Taguig City, Metro Manila. Mewakili Indonesia dalam event tersebut adalah empat restoran ternama di Tanah Air, yakni Sate Maranggi Hj. Yetty, Markobar (Martabak Kota Barat), Warung Sunset Bali BBQ Ribs, dan Rumah Makan Ayam Taliwang.
Pada hari pertama, Sate Maranggi Hj. Yetty sukses menjadi pusat perhatian. Restoran asal Purwakarta tersebut berhasil menjual 25 kilogram sate dalam kurun waktu kurang dari enam jam. Gerainya bahkan harus tutup pada pukul 10 malam – satu jam lebih awal dari waktu yang ditentukan panitia. Kepopuleran vendor sate ini masih berlanjut pada hari berikutnya – terlihat dari antrian pengunjung yang mengular di depan booth.
Pakar kuliner Indonesia William Wongso – yang juga menjadi salah satu pembicara dalam acara ini – bahkan sampai terkagum-kagum dengan respon pengunjung terhadap vendor kuliner lokal ini. Beberapa waktu lalu, Sate Maranggi Hj. Yetty mungkin bukan siapa-siapa di pasar internasional, tapi melalui debutnya di kongres kelas dunia ini, namanya kini melejit menjadi restoran sate lokal yang sukses mengglobal.


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *