Semarang: Babat Gongso Pak Taman


“Babatnya sangat lembut dan kenyal, diolah dengan sempurna sehingga tidak meninggalkan bau tidak sedap dan rasa tidak enak di mulut yang biasanya timbul ketika menyantap hidangan semacam ini.

Pertama kali beroperasi pada 1982, Babat Gongso Pak Taman memiliki reputasi sebagai salah satu restoran babat gongso paling populer di Semarang. Ini dapat dibuktikan dengan penelusuran singkat di Google, dimana namanya akan muncul dalam deretan teratas rumah makan yang wajib dikunjungi di ibu kota Jawa Tengah.

Saya bukanlah penggemar berat babat. Itu sebabnya saya agak ragu untuk mengunjungi restoran ini pada awalnya. Namun, antara mencoba makanan ini atau kena tegur oleh atasan lantaran mangkir dari tugas, saya pun memilih yang pertama.

Tiba saat jam makan siang, rumah makan dengan kapasitas sekitar 20 orang ini tampak penuh dipadati pengunjung. Baru kemudian saya mengetahui kalau kebanyakan dari mereka merupakan turis asal Jakarta.

Membutuhkan waktu sekitar 40 menit hingga akhirnya babat gongso saya siap dihidangkan. Pelayanan agak lambat, karena jumlah staf cukup terbatas. Hanya ada Bu Tukini – istri Pak Taman – dan anak-anaknya yang menyiapkan makanan di sini.

Disajikan di atas daun pisang, warna babat yang gelap awalnya sangat tidak menggugah selera. Tapi, hanya dengan satu suapan, penilaian saya pun berubah seketika. Babatnya sangat lembut dan kenyal, diolah dengan sempurna sehingga tidak meninggalkan bau tidak sedap dan rasa tidak enak di mulut yang biasanya timbul ketika menyantap hidangan semacam ini. Sausnya – dibuat dari campuran bawang putih, bawang bombai, kecap manis, dan cabai – menambah sensasi rasa manis dan pedas ke dalam keseluruhan hidangan.

Selain babat gongso, terdapat pula nasi goreng babat dan nasi goreng babat paru di dalam daftar menu. Jika Anda penggemar jeroan dan makanan enak dengan kadar kolesterol tinggi, maka Anda wajib mampir ke Babat Gongso Pak Taman selama Anda berada di Semarang.

Jl. Stadion Diponegoro,
Semarang, Jawa Tengah
T: 0815 4058 1614
Buka setiap hari, pukul 06.30-16.00 WIB
Rp.20.000/US$1,50 per orang


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *