Semarang: Loenpia Gang Lombok


Ada dua jenis loenpia yang ditawarkan di sini: goreng dan basah. Yang membedakan keduanya adalah penampakannya, tetapi isinya sama, yaitu rebung, telur goreng, dan udang.”

Pencinta makanan seharusnya tahu tentang kepopuleran loenpia Semarang dan banyaknya penjual makanan yang juga dikenal dengan sebutan lumpia ini di Semarang. Ada satu yang berhasil mempertahankan bisnisnya selama seabad. Usodo—generasi keempat di keluarganya—sekarang menjalankan bisnis Loenpia Gang Lombok. Di bawah pengawasannya, gerai lumpia ini semakin berkembang.

 

Selalu Penuh

Oleh karena selalu penuh pelanggan, disarankan untuk memesan via telepon terlebih dahulu. Jika tidak, mungkin Anda harus menunggu lebih dari satu jam sampai loenpia Anda selesai dibuat. Yang lebih hebatnya lagi, loenpia di sini cepat sekali habis, dalam sekejap mata, khususnya pada akhir pekan. Saat saya berkunjung pertama kali, toko ini sudah kehabisan loenpia jam 11 siang—padahal mereka buka jam 8 pagi. Saya ada di sana untuk menunggu pesanan selama satu jam. Bahkan, ada perempuan hamil yang rela berdiri selama menunggu.

Ada dua jenis loenpia atau lumpia yang ditawarkan di sini: goreng dan basah. Yang membedakan keduanya adalah penampakannya, tetapi isinya sama, yaitu rebung, telur goreng, dan udang. Biasanya, rebung yang ada di dalam loenpia akan menguarkan aroma tajam yang bisa menghilangkan nafsu makan. Untungnya, hal itu tidak terjadi pada loenpia di toko ini. Membutuhkan keterampilan khusus untuk menghilangkan bau tajam khas rebung. Hal itu dibuktikan oleh Usodo, yang tidak hanya berperan sebagai pebisnis yang lihai, tetapi juga ahli memasak.

Dari pengalaman ini, saya bisa bilang kalau Loenpia Gang Lombok adalah salah satu toko penjual loenpia yang wajib dikunjungi di Semarang. Ketika Anda melakukannya, bersabarlah. Kesabaran tersebut akan berbuah manis saat loenpia yang lezat mendarat di mulut Anda.

Jl. Gang Lombok No. 11
Semarang, Jawa Tengah
Telp: 0816 488 1194
Buka setiap hari, pukul 08.00–17.00 WIB
Rp12.000/US$0.85


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *