READING

Semarang: Nasi Goreng Babat Pak Karmin

Semarang: Nasi Goreng Babat Pak Karmin


“Rasa manis yang tersisa menghiasi setiap suap, sementara potongan babat goreng hangat memberikan tekstur yang kenyal dan sedikit rasa segar ke dalam sesi makan kali ini.”

Sering digadang-gadang oleh Kementerian Pariwisata sebagai salah satu hidangan yang paling klasik dan ikonis dalam dunia kuliner Indonesia, nasi goreng telah menjadi pilihan yang populer bagi para pendatang baru di dunia kuliner Indonesia. Seseorang bisa dengan mudah mendapatkan makanan ini di hampir seluruh sudut Nusantara—entah penjual pinggir jalan atau restoran bagus di hotel bintang lima. Sebagai orang Indonesia asli, saya sangat menyukai nasi goreng, jadi saya mewajibkan diri untuk mencoba seporsi nasi goreng babat di Nasi Goreng Babat Pak Karmin saat berkunjung ke Semarang beberapa bulan lalu.

Berlokasi dekat dengan Pasar Johar, yang merupakan pasar tradisional terkenal di kota ini, menemukan tempat makan ini seharusnya tidak sulit. Namun, karena saya tidak pernah ke Semarang sebelumnya, saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk akhirnya menemukan tempat tujuan saya. Bahkan, ketika sudah mengandalkan Google Mpas. Merasa frustrasi, saya parkir di depan Pasar Johar dan berkeliling dengan jalan kaki. Untungnya, tukang parkir memberikan arahan menuju lokasi tempat makan ini.

Sebuah warung kecil yang melebur dengan deretan penjaja lainnya tepat di seberang Bank BRI. Saya sadar itulah alasan mengapa saya tidak bisa menemukannya karena deretan gerobak menutupi pandangan saya. Setelah mendapatkan meja, saya memesan nasi goreng babat. Warung ini dijalankan oleh Pak Sunarto yang juga bertanggung jawab akan dapur, dengan bantuan istrinya. Saya sempat berbincang dengan istrinya ketika suaminya sedang sibuk menyiapkan makanan. Dengan ramah, dia menjelaskan sejarah bisnisnya, yang digagas pada 1940 oleh ayah Pak Sunarto, Pak Karmin. Warung ini didirikan pada 1983.

Setelah beberapa menit, saatnya untuk mencicipi makanan ini. Walau sudah memesan agar tingkat kepedasannya dikurangi, tetap saja saya merasakan sensasi pedas di lidah dan perut saya. Rasa manis yang tersisa menghiasi setiap suap, sementara potongan babat goreng hangat memberikan tekstur yang kenyal dan sedikit rasa segar ke dalam sesi makan kali ini. Oh, Anda juga bisa mengganti babat dengan paru, usus, atau daging ayam.

semarang-heritage-nasi goreng babat pak karmin
Jl. Aloon-Aloon Bar (di seberang Bank BRI)
Semarang
Buka tiap hari, pukul 07.00–21.00 WIB
Harga: Rp20.000/US$1,50 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *