READING

Semarang: Rujak Marem Pak Man

Semarang: Rujak Marem Pak Man


“Campurannya terdiri atas potongan belimbing setengah matang, melon, mangga, pepaya, kedondong, bengkuang, jambu, mentimun, dan nanas.

Pada 1956, Pak Man memulai bisnis rujaknya pertama kali dengan menjajakan dagangannya menggunakan keranjang yang dipikul di pundaknya. Rujak Marem Pak Man akhirnya memiliki gerai sendiri setelah selama berdekade-dekade pindah dari satu tempat ke tempat lain. Pak Man memutuskan untuk membuka warung kecil di Jalan Karang Anyar dekat SMA Kolose Loyola Semarang pada 1992. Warung kayunya kini secara reguler dikunjungi segerombol pelanggan yang datang dan pergi setiap harinya. Sebuah cabang di Jakarta yang terletak di Taman Kemang menjadi bukti hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun.

Saat sampai ke tempat ini, saya hanya melihat sepasang pembeli, yang sedang menikmati rujak di sudut ruangan. Saya memesan rujak potong dan rujak serut. Perbedaan mendasar di antara keduanya adalah buah yang ada di rujak potong disajikan dalam potongan-potongan besar. Sementara itu, pada rujak serut, Anda akan mendapatkan buah yang dipotong tipis. Jenis rujak yang kedua juga sedikit lebih berair dibandingkan jenis yang pertama. Keduanya berisi campuran buah yang hampir sama dan disiram dengan saus kacang yang manis dan pedas. Campurannya terdiri atas potongan belimbing setengah matang, melon, mangga, pepaya, kedondong, bengkuang, jambu, ketimun, dan nanas.

Saus kacang yang digunakan tidak seperti yang pernah saya coba sebelumnya. Ini karena Pak Man menambahkan pisang batu ke dalam ramuan sausnya untuk membuat rasanya lebih enak dan teksturnya jadi lebih lembut—membuatnya tampak seperti krim. Anda juga bisa meminta untuk ditambahkan cabai ke saus kacangnya untuk membuat rasanya lebih segar.

Jalan Karang Anyar,
Semarang
Buka tiap hari, pukul 10.00–17.00 WIB
Harga: Rp15.000/US$1,10 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *