Semarang: Soto Ayam Bokoran


“Kaldunya yang berwarna kekuningan terasa segar dan enak, membuat saya menominasikannya sebagai salah satu soto terenak yang pernah saya coba.

Saya sangat beruntung karena memilih tempat yang tepat untuk menginap selama berkunjung ke Semarang. Saya menemukan tempat ini setelah menyalakan Google Maps setelah sampai di hotel dan menemukan salah satu tempat makan populer di Semarang, Soto Ayam Bokoran, terletak tak jauh dari hotel—salah satu tempat makan yang ada di daftar saya.

Saya tidak melihat papan petunjuk apa pun ketika melewati lokasi tersebut malam sebelumnya, ketika menuju ke hotel. Namun, setelah mengobrol dengan resepsionis hotel, ternyata tempat makan ini hanya buka sampai jam satu siang. Pantas saja. keesokan harinya, saya bangun pukul delapan pagi dan langsung menuju tempat ini.

Didirikan pada 1945, Soto Ayam Bokoran dipimpin oleh Ibu Rumini, anak pertama sang pemilik. Awalnya, letaknya di Bokoran—yang membuat namanya seperti itu—sebelum akhirnya berada di lokasi yang sekarang sejak 1973. Tempat ini terlihat penuh ketika saya sampai. Setelah menunggu selama lima menit, saya mendapatkan tempat duduk. Peracikan sotonya sendiri tidak memakan waktu lama dan sampai di meja saya dalam sekejap.

Terdiri atas nasi, bihun, potongan daging ayam, tauge, dan seledri, kuahnya diberi taburan bawang goreng. Kaldunya yang berwarna kekuningan terasa segar dan enak, membuat saya menominasikannya sebagai salah satu soto terenak yang pernah saya coba. Ada pula beberapa makanan pelengkap, seperti sate usus, tahu isi, dan tempe goreng.

Jika Anda berniat mengunjungi tempat ini pada Minggu, saya sarankan untuk datang pada saat sarapan karena sotonya akan habis sekitar pukul 11 siang.

Jl. Plampitan No. 55
Semarang, Jawa Tengah
Telp: 024 356 7402/0812 2859 5913
Buka tiap hari, pukul 06.00–13.00 WIB
Rp20.000/US$1,50 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *