READING

Semarang: Wingko Babad Cap Kereta Api

Semarang: Wingko Babad Cap Kereta Api


Saat masih kecil, ayah saya biasanya suka membawa oleh-oleh wingko tiap pulang dari Semarang. Sebagai informasi, saya tidak begitu menyukainya karena menurut saya rasanya terlalu manis. Namun, itu masa lalu. Setelah mengunjungi Semarang baru-baru ini, saya baru sadar seberapa enaknya makanan ini. Hal ini terjadi karena saya mampir ke Wingko Babad Cap Kereta Api.

Salah satu gerai wingko paling terkenal di Semarang, Wingko Babad Cap Kereta Api, didirikan oleh D. Mulyono pada 1946. Pada waktu itu, dia menjajakan wingkonya di stasiun kereta api Tawang—moda transportasi yang memberikan inspirasi dalam penamaan wingkonya, juga logo keretanya. Saat ini, banyak penjual di kota ini menggunakan logo itu tanpa izin dan memajangnya di kemasan wingko mereka. Anda hanya akan mendapatkan produk aslinya di Jalan Cendrawasih.

Berbagai pilihan tersebar di sini, selain rasa kelapa, mulai dari cokelat, pisang, durian, hingga nangka. Karena penasaran, saya mencoba tiap rasa dan semuanya, kecuali rasa durian, sudah terjual habis ketika saya sampai ke tempat ini. Yang mengesankan, mereka menggunakan pisang asli dan nangka untuk mendapatkan rasanya. Untuk wingko rasa cokelat, mereka mencampur cokelat ke dalam adonan, menghasilkan warna cokelat gelap. Jika Anda ingin mencicipi makanan ini, jangan lupa kalau camilan ini hanya punya masa berlaku tiga hari.

Jl. Cendrawasih No. 14,
Semarang, Jawa Tengah
Telp: (024) 354 2064
Buka tiap hari, pukul 07.00–18.00 WIB
Harga: Rp4.000/US$0,30 per buah


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *