READING

Solo: Es Dawet Telasih Bu Dermi

Solo: Es Dawet Telasih Bu Dermi


Menelusuri pasar tradisional setempat di berbagai daerah di Nusantara merupakan pengalaman yang pantas dirasakan. Dalam kunjungan dinas ke Solo untuk memperkenalkan tempat-tempat makan lama di seluruh penjuru negeri, saya menghampiri Pasar Gede Hardjonagoro Solo untuk mengunjungi sebuah toko ternama yang terkenal dengan sajian es dawet (minuman yang diracik dengan santan, gula aren, dan agar-agar tepung beras) sejak 1930-an, Es Dawet Telasih Bu Dermi.

Pemikiran harus berdesak-desakan di pasar yang kotor muncul dalam benak saya sesaat sebelum masuk. Untungnya, semua pemikiran tersebut tidak berarti apa-apa saat saya menginjakkan kaki ke dalam. Yang saya temukan justru sebuah pasar yang terorganisir dan rapi—terlepas dari bau tak sedap yang muncul dari daging dan ikan mentah. Menemukan toko yang saya tuju pun mudah berkat kerumunan yang cukup ramai tepat di depannya, yang langsung terlihat dari pintu masuk pasar di sebelah utara.

Bernaung di lahan kecil hanya dengan sepasang bangku kecil yang mampu menampung hingga lima pelanggan, kebanyakan pembeli Es Dawet Telasih Bu Dermi memilih untuk membawa es dawetnya pulang. Tak ada tempat duduk yang kosong saat saya sampai di sana, jadi saya harus menunggu beberapa menit sebelum saya bisa duduk dan memesan es dawetnya.

Es dawetnya disajikan dengan cendol, bubur sumsum, selasih, ketan hitam, semangkung santan dengan gula merah kental, dan es batu. Berkat santannya yang tidak terlalu kental, minuman ini terasa cukup cair dan lembut saat ditelan. Secara keseluruhan, rasanya tidak terlalu manis, dengan sedikit rasa asin yang muncul dari bubur sumsumnya.

Kalau Anda enggan mengunjungi pasar tradisional, Anda tak perlu khawatir karena toko ini membuka cabang di beberapa lokasi di Solo. Namun, saya merekomendasikan Anda untuk merasakan pengalaman yang unik dan menyenangkan dengan mencicipi minuman segar ini langsung dari tempat asalnya.

Pasar Gede Hardjonagoro Solo,
Jl. Urip Sumoharjo,
Solo, Jawa Tengah
Buka setiap hari dari pukul 08.00-15.00 WIB
Harga: Rp10.000/US$0,75 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *