READING

Solo: Nasi Liwet Bu Wongso Lemu

Solo: Nasi Liwet Bu Wongso Lemu


Sesaat setelah matahari menyentuh cakrawala dan lampu-lampu jalan mulai menyinari jalanan Solo, saatnya untuk bertolak ke Jalan Teuku Umar dan melebur ke dalam atmosfernya yang ramai, yang dipenuhi penjaja yang menjual makanan tradisional. Salah satu yang harus dicoba adalah Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, yang stannya bisa ditemukan berjajar di jalanan—semuanya dioperasikan oleh orang yang sama.

Populer dengan nasi liwetnya (nasi yang dimasak dengan santan dan kaldu ayam), Nasi Liwet Bu Wongso Lemu telah ada sejak 1950-an dan telah menjadi favorit warga Solo. Saya bergabung ke dalam antrean salah satu warungnya—sebuah warung biasa dengan beberapa buah meja kayu dan kursi. Karena saya datang lima menit sebelum warung ini buka, saya bebas memilih tempat duduk.

Nasi liwet pesanan saya dilengkapi beberapa lauk: potongan daging ayam, ati ampela, tahu goreng, labu siam, dan areh (santan kental) di atasnya. Semuanya disajikan dalam sebuah besek yang membantu menyempurnakan rasa makanan ini. Untuk mendapatkan pengalaman mengesankan mencicipi nasi liwet, nikmati hidangan ini bersama areh dan bersiaplah mendapatkan “ledakan” rasa di lidah.

Peringatan: walau tutup pukul 1 pagi, Nasi Liwet Bu Wongso Lemu biasanya tutup jauh lebih cepat jika dagangannya sudah habis. Untuk memastikan kalau Anda tidak kehabisan, datanglah ke sini sedini mungkin.

Jl. Teuku Umar, Solo
Jawa Tengah
Buka tiap hari, pukul 17.00–01.00 WIB
Harga: Rp25.000/US$1,90 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *