Solo: Tengkleng Klewer Bu Edi


Saya mengetahui soal Tengkleng Klewer Bu Edi saat saya melakukan riset kecil-kecilan di internet sebelum petualangan kuliner saya di Kota Solo. Salah satu artikel menyebutkan hidangan tengklengnya (sup dengan isi daging atau jeroan atau tulang kambing) yang populer, dan bahkan sejumlah pelanggan setianya berasal dari luar kota.

Telah beroperasi sejak 1971, restoran ini sempat pindah lokasi ketika terjadi kebakaran besar di Pasar Klewer – tempat Tengkleng Klewer Bu Edi berada. Kondisi ini kemudian memaksa pemilik restoran, Bu Edi untuk membuka outlet baru di area parkir Masjid Agung Surakarta. Setelah mengobrol dengan salah satu staf, saya diberitahu bahwa restoran lama di Pasar Klewer tersebut sudah kembali beroperasi, sementara Bu Edi sendiri baru saja wafat pada Desember 2015. Restoran utamanya kini dijalankan oleh anak perempuan Bu Edi, sedangkan outlet baru yang saya kunjungi ini dijalankan oleh sang keponakan.

Hidangan tengkleng di sini terdiri dari iga dan tulang kambing, serta kaldu kambing. Disajikan dengan pincuk, Anda juga bisa meminta jeroan kambing untuk turut disertakan dalam sup Anda. Kuah supnya sangat menyegarkan, tanpa bau khas kambing yang menyengat. Sementara itu, daging kambingnya sangat empuk dan tidak hambar, karena bumbunya meresap dengan sangat baik. Sejujurnya, hidangan ini mengingatkan saya akan sup buatan ibu saya di kota asal kami, yang disebut lulut.

Parking lot of Masjid Agung Surakarta,
Jl. Masjid Agung
Solo, Jawa Tengah
Buka setiap hari, pukul 11.00-16.00 WIB
Harga: Rp.25.000/US$1,90 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *