Solo: Timlo Sastro


Setiap kota di negeri ini memiliki makanan andalannya. Jakarta dikenal dengan soto betawinya, sementara loenpia semarang dan gudeg sangat identik dengan Semarang dan Yogyakarta. Solo, yang baru-baru ini saya kunjungi, punya timlo (sup leher dan hati ayam), dan saya memastikan diri untuk mampir ke gerai timlo yang paling terkenal di kota ini, Timlo Sastro.

Untuk menggambarkan seberapa tertariknya saya dengan gerai ini, saya langsung berangkat menuju toko berusia 64 tahun ini setelah check in di hotel. Berlokasi di Pasar Gede, saya sampai setengah jam sebelum tempat ini tutup, sekitar jam 3 siang. Namun, tempat ini masih saja dipenuhi pelanggan. Tentu saja kondisi ini tidak menyenangkan untuk mereka yang ingin menyantap timlo sebagai makan malam. Namun, cabang lainnya yang berada di Jalan Dr. Wahidin No. 5, buka sampai jam 21.30. Jadi, Anda tidak perlu khawatir.

Saya memesan seporsi timlo setelah mendapatkan tempat duduk, dan makanan saya datang dalam sekejap. Hidangan ini terdiri atas hati dan leher ayam, potongan telur rebus, dan potongan sosis solo—semuanya diletakkan di semangkuk kaldu ayam. Supnya terasa sedikit berlada, sama seperti bakmi jawa, walaupun yang satu ini teksturnya lebih bening dan rasanya lebih segar. Hati dan leher ayam, juga sosis solonya, terasa sangat gurih dan lezat. Anda juga bisa menambahkan sambal kecap yang disajikan sebagai pendamping.

Pasar Gede Timur No. 1–2
Solo, Jawa Tengah
Telp: (0271) 654 820
Buka tiap hari, pukul 06.30–15.30 WIB
Harga: Rp25.000/US$1,90 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *