READING

Solo: Toko Orion (Mandarijn)

Solo: Toko Orion (Mandarijn)


Dengan harga mulai dari Rp75.000 untuk ukuran terkecil tipe orisinal, kue spons ini terasa sangat lembut di lidah.

Kisahnya
Njoo Hong Yauw dan Tjan Giok Nio—pasangan suami-istri keturunan Tionghoa—mendirikan Toko Orion pada 23 Maret 1932. Dari semua kue yang dijual di toko mereka, yang paling khas adalah kue sponsnya, yang pertama kali diciptakan oleh Tjan Giok Nio. Dijuluki mandarijn—kata dari bahasa Belanda untuk orang Indonesia keturunan Tionghoa kelas atas, kue ini terus menjadi produk populer dari toko roti ini, di samping tambahan berbagai camilan lokal sebagai pelengkap selama bertahun-tahun. Njoo Tik Tjiong, yang merupakan satu-satunya anak laki-laki pasangan tersebut yang masih hidup, sekarang menjalankan operasional sehari-hari toko roti ini.

Pastry-nya yang khas
Pada dasarnya, mandarijn adalah kue spons berwarna cokelat-kuning dengan isi selai nanas di bagian tengahnya. Ada tiga tipe kue mandarijn yang ditawarkan di sini. Versi orisinal memiliki tekstur yang lembut dan tidak terlalu manis. Sementara itu, mandarijn spesial memiliki rasa mentega yang lebih kuat. Kemudian, ada pula mandarijn kismis, yang, sesuai namanya, berisi kismis. Jenis mana pun yang Anda pilih, dijamin kalau mandarijn dari toko ini akan menjadi panganan yang tepat untuk minum teh. Di samping itu, Anda juga bisa menemukan Roti Roll O dan Roti Semir di toko ini. Roti Roll O mirip rol swiss dan memiliki rasa moka dan vanila. Sementara itu, Roti Semir merupakan pastry dengan taburan gula di bagian tengahnya.

Kesimpulan kami
Kami jatuh hati dengan mandarijn andalan Toko Orion ini. Dengan harga mulai dari Rp75.000 untuk ukuran terkecil tipe orisinal, kue spons ini terasa sangat lembut di lidah. Kue ini dan aneka roti yang tersedia di sini dapat bertahan hingga satu minggu, membuatnya menjadi oleh-oleh khas Solo yang tepat untuk orang terkasih di rumah.

solo-heritage-toko orion2
Jl. Urip Sumoharjo No. 80
Solo, Jawa Tengah
Telp: 0271 645 214
Buka setiap hari, pukul 07.30–20.00 WIB
Rp75.000/US$5,50 per boks


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *