READING

Sulit Bersaing, Makanan Tradisional ini Semakin Su...

Sulit Bersaing, Makanan Tradisional ini Semakin Susah Ditemui


Lebih dari 17.000 pulau dalam berbagai ukuran terbentang di penjuru Nusantara dan di dalamnya terdapat makanan tradisional yang jumlahnya tak terhingga yang belum kita ungkap. Di era modern seperti sekarang ini, orang pada umumnya, seperti saya dan Anda, lebih suka memilih sesuatu yang cepat dan praktis—contohnya makanan dari mini market terdekat atau dari restoran dan kafe. Kebiasaan instan ini membuat beberapa makanan lokal autentik luput dari perhatian dan membuat mereka jadi semakin mendekati kepunahan. Berikut adalah beberapa makanan yang kini mulai jarang ditemui di kota-kota besar.

Thiwul ayu
Terbuat dari singkong dan bertabur kelapa parut dan gula aren, camilan manis ini sudah sangat sulit ditemukan. Salah satu cara untuk mendapatkannya adalah pergi ke Imogiri dan berkunjung ke Thiwul Ayu Mbok Sum.

Sayur babanci
Salah satu alasan utama banyak orang tidak menyadari keberadaan sayur babanci adalah ketersediaannya—atau keberadaannya yang jarang ada. Yang membuat makanan khas Betawi ini sangat jarang ditemui adalah bumbu pentingnya yang sulit dicari. Dengan daging sapi, kelapa, dan santan sebagai bahan utamanya, sayur babanci kadang bisa ditemukan di rumah-rumah orang Betawi saat Hari Raya Idul Fitri.

Kue putu
Saat saya kecil, penjual kue putu (kue tepung beras dengan isian gula merah) menjajakan camilan manis ini di jalan dekat rumah saya hampir setiap malam. Pemandangan seperti itu sudah langka sekarang, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta. Yang ingin mencicipi camilan ini harus pergi ke pasar tradisional atau menunggu penjualnya lewat di kompleks perumahan dengan gerobak yang dilengkapi alat khusus yang mengeluarkan uap dan berbunyi seperti peluit.

Kue clorot
Berbentuk melingkar dan dibalut daun pisang, kue clorot berisi campuran tepung beras dan gula merah. Yang membuat makanan manis ini unik—di samping kelangkaannya—adalah cara memakannya. Caranya adalah dengan menekan ujung bawahnya ke atas tanpa membuka pembungkusnya, kuenya akan muncul dari sisi atas.

Ongol-ongol
Salah satu camilan favorit saya ketika remaja, camilan seperti jeli ini dibuat menggunakan bahan tepung sagu, gula merah, dan ditaburi kelapa parut. Membayangkan teksturnya yang lembut dan kenyal membuat saya tergiur.


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *