Surabaya: Warung Nasi Cumi Cumi


Walaupun sebagian orang mungkin dibuat enggan untuk menyantap sepiring risotto al nero di seppia (cumi risotto) karena penampilannya yang sedikit mengerikan, tidak begitu halnya dengan para pencinta kuliner sejati. Rasa hidangan ini justru berbanding terbalik dengan presentasinya, dan termasuk salah satu sajian khas Italia paling populer. Sekarang, bayangkan hidangan ini diolah ala Nusantara. Penasaran? Izinkan saya untuk bercerita sedikit soal Warung Nasi Cumi Cumi di Surabaya.

Terletak tepat di sebelah Pasar Atom, gerai makan ini telah berdiri sejak berpuluh-puluh tahun lalu dan saat ini dikelola oleh generasi kedua dari keluarga pendiri. Tentu, mereka tidak menggunakan jenis beras “mewah”, seperti Arborio atau Carnaroli, tapi ini tidak mengurangi kualitas dari hidangan yang ditawarkan.

Warung yang beroperasi 24 jam ini menyediakan empat tipe nasi cumi bumbu hitam: Nasi Biasa (nasi cumi bumbu hitam dan udang goreng), Nasi Campur (nasi cumi bumbu hitam dengan udang dan daging goreng), Nasi Komplit (nasi cumi bumbu hitam dengan udang goreng dan jeroan sapi), dan Nasi Cumi Rawon (nasi cumi bumbu hitam dengan rawon). Semua hidangan di sini disiapkan terpisah sebelum disajikan seperti warung Tegal (warteg).

Setelah Anda menyampaikan pesanan, pelayan akan mencampur semua elemen yang dibutuhkan dalam satu piring dan kemudian menyiram tinta cumi di atasnya. Pelanggan baru mungkin akan sedikit jijik melihat penampilannya pertama kali, tapi percayalah, bahwa ini sebenarnya merupakan hidangan superlezat yang patut dicoba. Tinta cuminya memberikan cita rasa gurih dengan sedikit sentuhan asin, dan akan semakin enak ketika dikombinasikan dengan jeroan sapi dan udang goreng – paduan rasa manis, gurih, asing, dan pedas yang sempurna. Mungkin sajian ini tidak termasuk ke dalam kategori makanan sehat, tapi dari segi rasa, saya jamin kalau kelezatannya bahkan mampu menyaingi risotto Italia.
Jl. Waspada,
Surabaya, Jawa Timur
Buka setiap hari, 24 jam
Rp.25.000/US$1,85


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *