READING

Tangerang: Sate H. Ishak

Tangerang: Sate H. Ishak


“Kelezatan hidangan ini semakin lengkap dengan paduan yang seimbang antara rasa manis kecap dengan sambal kacang.

Terlihat antrian yang cukup panjang di depan gerobak Sate H. Ishak, menunjukkan betapa populernya tempat makan ini di antara para penikmat kuliner. Rupanya, mereka sudah mengantri sejak pukul dua siang – jauh lebih awal dari waktu bukanya. Konon, jumlah pengunjung di sini akan bertambah dua kali lipat begitu matahari terbenam. Wajar, mengingat reputasi sate ayam di gerai ini yang disebut-sebut sebagai yang terenak di Tangerang.

Didirikan pada 1950 oleh H. Ishak, warga Tangerang biasa memesan sate di sini dalam jumlah besar. Jadi jangan heran kalau melihat para staf restoran menyiapkan ratusan tusuk sate sekaligus. Apalagi, rumah makan ini tidak memiliki cabang.

Apakah rasa satenya sebanding dengan waktu antri Anda saat berkunjung? Pertama-tama, saya harus sampaikan kalau daging ayamnya yang lembut – dibakar dengan sempurna, tanpa banyak bagian yang gosong – dipotong-potong tipis, yang membuat tampilan dan teksturnya mirip dengan buatan restoran sate populer yang tidak akan saya sebutkan namanya. Meski demikian, yang membuatnya berbeda adalah sambal kacangnya. Begitu mencicipi, Anda dapat merasakan bagaimana kacangnya dihancurkan hingga halus sempurna. Ditambah dengan Kecap SH – kecap asli buatan Tangerang – kelezatan hidangan ini semakin lengkap dengan paduan yang seimbang antara rasa manis kecap dengan sambal kacang.

Kesimpulannya, jika Anda ingin mencoba sate ayam berkualitas bintang lima dengan harga kaki lima di pinggiran Jakarta, maka tidak perlu berpikir dua kali untuk mengunjungi Sate H. Ishak. Saya jamin penantian panjang Anda saat antri akan terbayar lunas dengan rasanya yang melebihi ekspektasi.

Pasar Lama Tangerang
Jl. Ki Samaun, Tangerang, Banten
Telp: 021 558 3613
Buka setiap hari, pukul 15.00-22.00 WIB
Rp.19.000/US$1,40 per porsi


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *