Yogyakarta: Jamu Ginggang


“Dicampur dengan sedikit gula jawa, minuman ini terasa manis, dan meninggalkan sedikit cita rasa rempah setelah diminum. Hasilnya sangat efektif untuk badan saya yang kelelahan.

Tanah Air kita menyimpan beragam rempah-rempah yang tak ada habisnya, baik untuk pengobatan, maupun bahan makanan. Salah satu produk yang dihasilkan dari komoditas lokal ini adalah jamu, minuman herbal yang berasal dari tanah Jawa. Minuman ini dapat ditemukan hampir di seluruh daerah di Indonesia, dan lazim dikonsumsi sebagai suplemen tubuh untuk menjaga kesehatan dan vitalitas. Ketika saya berkunjung ke Yogyakarta, saya menemukan salah satu kios jamu paling tua di wilayah ini: Jamu Ginggang.

Terletak di daerah Pakualaman, gerai yang didirikan pada 1930 ini dapat ditemukan di Jalan Masjid, sebelah barat Pura Pakualaman Yogyakarta. Pendirinya adalah seorang Abdi Dalem keraton, sekaligus penyembuh tradisional yang biasa mengobati keluarga raja. Jamu Ginggang kini tak hanya memasarkan jamu sebagai minuman tradisional, tetapi juga mempromosikannya sebagai minuman sehat menyegarkan yang bahkan berhasil menarik minat para penduduk dari luar Yogyakarta.

Ketika saya sampai di gerainya pada sekitar pukul dua siang, tidak terlihat satu pun pelanggan di sana. Saya menghampiri counter, dan disambut oleh seorang perempuan paruh baya yang kemudian menawarkan berbagai varian jamu yang terbuat dari beras kencur. Karena badan saya pegal-pegal akibat jadwal yang padat berkunjung ke sederetan rumah makan di Yogyakarta, saya mencari jamu yang dapat menyegarkan kembali stamina saya. Oleh karena itu, saya pun menolak tawarannya dengan halus dan memilih segelas temulawak hangat. Dicampur dengan sedikit gula jawa, minuman ini terasa manis, dan meninggalkan sedikit cita rasa rempah setelah diminum. Hasilnya sangat efektif untuk badan saya yang kelelahan. Cocok bagi Anda yang membutuhkan suplemen untuk meningkatkan stamina.

Jl. Masjid No. 32, Pakualaman,
Yogyakarta
Telp: 0274 510 466
Buka setiap hari, pukul 09.00-22.30 WIB
Harga: Rp.6.000/US$0,45 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *