READING

Yogyakarta: Ronde Mania Ibu Suhartini

Yogyakarta: Ronde Mania Ibu Suhartini


“Dengan kombinasi antara rasa jahe yang manis dan hangat dengan rondenya yang kenyal, minuman ini menjadi pendamping paling tepat saat malam hari atau ketika hujan turun.

Alun-Alun Kidul, yang dapat ditemukan di sebelah selatan Keraton Yogyakarta merupakan salah satu magnet bagi para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Baik turis lokal maupun mancanegara datang ke tempat ini bukan hanya untuk menikmati pemandangannya, tetapi juga untuk mencicipi beragam jajanan lokal lezat yang tersebar di sekitar areanya. Salah satu yang terkenal adalah Ronde Mania Ibu Suhartini yang menjual wedang ronde.

Banyak pelanggan mengerumuni kiosnya ketika saya mampir – merupakan kios wedang ronde paling ramai di area. Wedang rondenya sendiri berisi ronde, kolang-kaling, potongan roti, kacang tanah sangrai, dan wedang jahe. Dengan kombinasi antara rasa jahe yang manis dan hangat dengan rondenya yang kenyal, minuman ini menjadi pendamping paling tepat saat malam hari atau ketika hujan turun.

Saya berkesempatan mengobrol dengan pemilik kiosnya, Ibu Suhartini yang bercerita bahwa dia memulai bisnisnya di area Keraton Yogyakarta pada 1986. Awalnya, dia hanya berjualan dari gerobak kayu di bagian utara komplek ini, bersama dengan puluhan penjaja lain. Pada 2001, dia menemukan benjolan di payudara yang kemudian memaksanya untuk menutup usaha, dan fokus untuk menjalani perawatan. Salah satu sahabat kemudian mengambil alih tempatnya biasa berjualan, sementara dia melakukan pengobatan berbulan-bulan sampai akhirnya sembuh. Setelah pulih, Ibu Suhartini pun kembali menjajakan minuman andalannya, wedang ronde. Namun, karena sungkan meminta lokasi jualannya kembali kepada sang sahabat, dia pun menulis surat kepada saudara sultan, Gusti Prabu untuk mengizinkannya menjajakan wedang ronde di depan Sasono Hinggil. Beruntung, permohonannya dikabulkan, dan Ibu Suhartini tercatat sebagai satu-satunya penjaja kaki lima yang boleh berjualan di tempat tersebut hingga kini.

Alun Alun Kidul, di depan Sasono Hinggil,
Yogyakarta
Buka setiap hari, pukul 16.00-23.00 WIB
Harga: Rp.10.000/US$0,80 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *