READING

Tak Punya Kebun Kopi, Belitung Justru Punya Budaya...

Tak Punya Kebun Kopi, Belitung Justru Punya Budaya Minum Kopi

Bila Anda menyusuri tiap penjuru Pulau Belitung, Anda tak akan menjumpai satu pun tanaman kopi. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah kedai kopi yang tersebar hampir di setiap sudut pulau ini. Kegemaran masyarakat setempat akan kopi memang cukup tinggi. Kegiatan berkumpul bersama rekan atau keluarga di kedai kopi masih kental mewarnai keseharian merek.

 

Gara-gara Belanda

Yang bisa Anda temui di sini bukan suguhan aneka frappe atau cappuccino seperti yang ditawarkan merek-merek dagang internasional di ibu kota. Kedai kopi ini hanyalah warung sederhana yang hanya menyuguhkan pilihan kopi hitam dan kopi susu.

Menurut pak Ismen Holidi, pemilik dan pengelola salah satu kedai kopi ternama di Tanjung Pandan, Warung Kopi Kong Djie, rasa cinta terhadap kopi di daerah ini mulai tumbuh sejak zaman penjajahan Belanda. Membawa beragam biji kopi dari Pulau Sumatera, para tentara Belanda memperkenalkan minuman kopi kepada warga setempat dan secara tidak langsung menularkan kebiasaan minum kopi yang masih bertahan hingga sekarang.

Jenis kopi yang banyak digunakan berasal dari Lampung. “Rata-rata warung kopi di Belitung menggunakan kopi lampung robusta. Beberapa pihak menilai jenis kopi ini memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi sehingga amat dihindari. Menurut saya, dengan proses pengolahan yang baik, Anda akan mendapatkan suguhan kopi yang nikmat dengan harga yang bersahabat,” jelas Ismen.

 

Kampung Kopi

Bergeser ke bagian timur Pulau Belitung, tepatnya ke Kota Manggar, Anda akan menemukan daerah bernama Kampung Kopi. Sebagai kota yang dijuluki “Kota 1001 Warung Kopi”, Manggar cukup gencar menjual keberadaan ratusan kedai kopi sebagai daya tarik wisata selain pantai.

Cerita Kampung Kopi ini bermula di awal era ’80-an, saat beberapa kedai kopi mulai berdiri di daerah tersebut. Pada masa itu, kebanyakan pelanggannya adalah pekerja tambang antitimah di sana. Tahun berganti tahun, bertambahnya jumlah kedai kopi pun makin pesat seiring makin tingginya permintaan. Hingga di satu titik, pemerintah Kota Manggar melihat potensi Kampung Kopi dan memutuskan untuk menjadikannya ikon pariwisata Kota Manggar.

Anda juga bisa membaca artikel ini di The Jakarta Post: Discovering The Land of 1,001 Coffee Shops


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *