Lombok: Sate Rembiga Ibu Sinnaseh

“Seperti perkiraan, saya benar-benar mendeteksi rasa manis, dengan sedikit rasa pedas dari daging bakarnya. Semakin dikunyah, rasa pedasnya semakin terasa.”

Salah satu tempat makan yang saya kunjungi saat berpelesir ke Lombok adalah Sate Rembiga Ibu Sinnaseh yang terletak di Jalan Dr Wahidin di area Rembiga. Didirikan pada awal 1990-an, tempat ini terkenal akan sate Rembiganya, tidak hanya bagi warga lokal, tetapi juga para turis. Restoran ini juga memiliki cabang di daerah Cakranegara.

Saya sampai ke tempat ini sekitar pukul 19:00 dan tempat ini terlihat hampir penuh—hanya tersisa satu meja yang terletak di salah satu ujung ruangan. Bagian depan digunakan untuk mempersiapkan sate. Sebelum duduk, saya mengantre terlebih dahulu di bagian konter untuk memesan dan setelah lima menit, sate saya sudah siap disantap.

 

Perpaduan Manis dan Pedas

Disajikan polos tanpa bumbu kacang dan kecap, saya berasumsi kalau sate ini bercita rasa manis—yang sebenarnya bukan selera saya karena saya suka makanan pedas. Dengan ragu-ragu, saya mengambil setusuk dan mulai menyantapnya. Seperti perkiraan, saya benar-benar mendeteksi rasa manis, dengan sedikit rasa pedas dari daging bakarnya. Semakin dikunyah, rasa pedasnya semakin terasa. Mungkin rasanya tidak sepedas makanan khas Lombok lainnya, tetapi perpaduan rasa manis dan pedasnya memberikan sentuhan rasa yang unik.

Setelah membayar, saya bertemu pemilik restoran ini, Ibu Sinnaseh, saat akan beranjak keluar. Saya mengenalinya dari foto dirinya yang dipajang di papan nama yang ada di bagian depan restoran. Tidak mau melewatkan kesempatan, saya mendekatinya dan memberondonginya dengan pertanyaan mengenai bisnisnya ini. Dari hasil percakapan kami, saya mengetahui bahwa dia berencana untuk pindah ke bangunan yang lebih baru dan besar, tidak jauh dari lokasi yang sekarang. Sebuah kabar baik.

 

 

Jl. DR Wahidin, Rembiga
Mataram, Lombok
Telp: 0819 1799 1747
Buka setiap hari, pukul 13.30–21.00 WITA
Rp.30,000/US$2.20 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM
KNOW US BETTER