READING

Mengenal Swike, Si Lezat yang Kontroversi

Mengenal Swike, Si Lezat yang Kontroversi


Varian menu daging dalam kuliner Indonesia cukup beragam, mulai dari ayam, sapi, kambing, ikan, burung, hingga kelinci dan kuda. Namun, ada satu hewan yang mungkin saat mendengarnya dijadikan sebagai bahan utama sebuah masakan, Anda akan mengernyitkan dahi. Hewan itu adalah kodok.

 

Semuanya Bisa Dimakan

Kodok yang disajikan dalam masakan ini disebut swike. Swike sendiri berasal dari pengaruh masakan Tiongkok yang masuk ke Indonesia. Berasal dari dialek Hokkian, yaitu sui (air) dan ke (ayam). Artinya secara harafiah memang ayam air, tetapi ini semacam penghalusan untuk menyebut kodok. Umumnya, bagian tubuh yang digunakan adalah paha dengan cara dibuat sup, goreng kering, tumis, hingga pepes. Namun, bagian kulitnya juga dapat digunakan dengan cara dikeringkan kemudian digoreng hingga menjadi keripik kulit kodok. Selain paha dan kulit, telur kodok juga kerap dimasukkan ke dalam menu dalam bentuk pepes.

Daerah di Indonesia yang paling terkenal sebagai tempat asal makanan unik ini adalah Purwodadi, Jawa Tengah. Namun, swike saat ini sudah dapat ditemui pula di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Kodok yang digunakan sendiri biasanya kodok ijo atau kodok sawah, sementara kodok budug (berukuran besar dan kulitnya berbintil-bintil) tidak dapat digunakan karena kulitnya beracun. Saat ini, Indonesia merupakan pengekspor paha kodok terbesar di dunia karena mengekspor lebih dari 5.000 ton kodok ke berbagai daerah di Eropa, seperti Perancis, Belgia, dan Luksemburg. Dengan banyaknya permintaan tersebut, tidak heran jika di Indonesia mulai berkembang beberapa usaha peternakan kodok.

Pendapat mengenai keberadaan swike sendiri terbagi dua, ada yang menganggapnya nikmat, ada pula yang menganggapnya haram terutama jika dilihat dari sudut pandang kaum Muslim. Tidak hanya itu, para aktivis lingkungan juga memprotes penggunaan kodok sebagai bahan makanan karena dapat mengganggu ekosistem lingkungan. Namun di balik semua kontroversinya, swike hingga kini tetap menjadi salah satu kuliner Indonesia yang memiliki penggemar tersendiri.


RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *