Dwi Retno Kusumawardhani – Good Indonesian Food /story Your guide to explore Indonesian cuisine Wed, 03 Apr 2019 13:13:20 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.10 Suka Nasi Goreng? Ini 5 Nasi Goreng Favorit di Jakarta /story/suka-nasi-goreng-ini-5-nasi-goreng-favorit-di-jakarta/ /story/suka-nasi-goreng-ini-5-nasi-goreng-favorit-di-jakarta/#respond Mon, 10 Apr 2017 03:45:33 +0000 /?p=9101/ Nasi goreng pilihan untuk yang suka kelaparan di malam hari

The post Suka Nasi Goreng? Ini 5 Nasi Goreng Favorit di Jakarta appeared first on Good Indonesian Food.

]]>
Nasi goreng merupakan salah satu menu makanan yang bisa ditemui saat malam menjelang di Jakarta. Ada yang berkeliling ataupun mangkal di satu tempat tertentu. Yang mana pun itu, semuanya yang jelas sanggup mengatasi kelaparan Anda. Berikut adalah lima nasi goreng enak di Jakarta yang bisa Anda pilih untuk mengisi perut yang keroncongan pada malam hari. Rasanya dijamin tidak akan mengecewakan.

Nasi Goreng Bang Roby

Nasi Goreng Bang Roby
Posisinya terletak persis di seberang Departement Store Robinson, Jalan Sabang. Buka setelah pukul 18.00 sehingga jika Anda datang terlalu cepat, terpaksa menunggu. Namun, sejak buka, warung tenda ini tidak pernah sepi pembeli. Porsi nasi gorengnya sendiri cukup banyak dengan taburan topping yang berlimpah. Selain nasi goreng, ada pula bubur ayam, omelet, dan ayam. Salah satu keunikan nasi goreng Bang Roby ini adalah taburan cakue di dalam nasi goreng sehingga rasanya semakin gurih.

Dapatkan Alamat Lengkapnya di Sini


nasi goreng kebon sirih

Nasi Goreng Kebon Sirih
Kalau singgah di sini, Anda jelas harus memesan nasi goreng kambing yang menjadi andalan warung tenda yang sudah berdiri sejak 1958 ini. Salah satu pemandangan yang menarik adalah tumpukan nasi goreng yang menggunung di wajan. Sengaja disiapkan terlebih dahulu agar para pembeli tidak perlu menunggu lama. Nasi goreng di sini digoreng dengan mentega. Meski membuatnya jadi agak sedikit berminyak, rasanya tetap gurih dengan potongan daging yang cukup besar.

Dapatkan Alamat Lengkapnya di Sini


Nasi Goreng Kebuli Apjay

Nasi Goreng Kebuli Apjay
Salah satu nasi goreng enak di daerah Jakarta Selatan yang ramai pembeli. Sejak buka pukul 17.00 hingga malam menjelang, pembeli berdatangan tanpa henti. Meski namanya adalah Bakmi Jogja Pak Ivan, orang-orang kebanyakan memesan nasi goreng kebuli. Porsinya sendiri cukup banyak dengan rasa kebuli yang agak pekat. Jika satu porsi nasi goreng kebuli belum mengenyangkan, Anda bisa membeli martabak yang ada di belakang gerobak nasi goreng ini.

Dapatkan Alamat Lengkapnya di Sini


nasi goreng warna-warni thole

Nasi Goreng Warna-Warni Thole
Rasanya mungkin terasa standar bagi lidah beberapa kalangan, tetapi Nasi Goreng Thole ini memiliki kelebihan. Jika selama ini nasi goreng hanya disajikan dalam satu warna, yaitu cokelat, dari kecap, di sini Anda bisa memesan nasi goreng aneka warna. Ada warna hitam yang terbuat dari tinta cumi, warna merah dari bit, dan warna hijau dari sawi. Tidak hanya nasi goreng, mie dan bihun pun bisa diwarnai. Meski porsinya terlihat sedikit, ternyata cukup mengenyangkan.

Dapatkan Alamat Lengkapnya di Sini


nasi goreng MPR

Nasi Goreng MPR
Warung nasi goreng di daerah Fatmawati ini termasuk salah satu nasi goreng enak dan cukup populer di Jakarta. Sayang, lokasinya yang berpindah-pindah agak menyulitkan para pembelinya. Jangan bayangkan lapak yang berbentuk warung tenda besar. Penjualnya menjajakan nasi goreng andalannya menggunakan sebuah gerobak kecil. Namun, hal itu tidak membuat para pengunjung urung datang, silih berganti. Rasanya gurih dan tidak terlalu berminyak sehingga tidak membuat eneg. Topping yang diberikan pun cukup melimpah.

Dapatkan Alamat Lengkapnya di Sini

 

The post Suka Nasi Goreng? Ini 5 Nasi Goreng Favorit di Jakarta appeared first on Good Indonesian Food.

]]>
/story/suka-nasi-goreng-ini-5-nasi-goreng-favorit-di-jakarta/feed/ 0
Jakarta: Nasi Goreng MPR /story/jakarta-nasi-goreng-mpr/ /story/jakarta-nasi-goreng-mpr/#respond Fri, 07 Apr 2017 03:45:30 +0000 /?p=9084/
Jl. Fatmawati (depan toko Philips), Jakarta Selatan
Rp30.000/US$2,20 per orang

The post Jakarta: Nasi Goreng MPR appeared first on Good Indonesian Food.

]]>
Menjelang malam, Anda bisa menemukan banyak penjual makanan di sepanjang Jalan Fatmawati. Ada pecel ayam, bubur ayam, nasi kucing, seafood, hingga nasi goreng. Berbicara mengenai nasi goreng, ada satu nasi goreng yang sudah terkenal sejak dulu kala. Namanya, Nasi Goreng MPR.

Asal-Muasal
Pemilihan nama ini bukan tanpa sebab. Pada awal berdirinya di tahun 1980-an, Bapak Ruhman berjualan di muka jalan masuk ke kawasan perumahan MPR di Fatmawati. Karena lokasi inilah, orang-orang menyebutnya nama Nasi Goreng MPR. Sayang, Nasi Goreng MPR beberapa kali terpaksa pindah tempat karena digusur sehingga para pelanggan kesulitan mencari. Namun, kini, Anda bisa menemukannya di depan toko Philips, tepat sebelum SMA Cendrawasih. Menurut anak Pak Ruhman yang kini meneruskan usaha bapaknya itu, lokasi yang mereka tempati ini adalah lokasi keempat.

nasi goreng MPR

Nasi Goreng Sederhana nan Nikmat
Jangan bayangkan sebuah warung tenda besar dengan pengunjung yang berderet-deret mengantre. Hanya gerobak nasi goreng biasa dengan satu meja dan tenda seadanya. Hanya sebuah papan dengan tulisan “MPR” besar-besar yang menandakan bahwa inilah nasi goreng yang saya cari. Untuk kuliner selegendaris Nasi Goreng MPR, tidak terlihat satu pun pembeli. Namun, keraguan saya tersebut terjawab saat saya hendak memesan. Beberapa topping yang saya inginkan sudah habis, bahkan nasinya pun tinggal seperempat bakul besar. Hal ini menandakan bahwa kebanyakan pembeli Nasi Goreng MPR tidak makan di tempat.

Baca Juga: 
Nasi Goreng Warna-Warni yang Unik dan Enak
Inilah Nasi Goreng Kesukaan Warga Padang

Akhirnya, sepiring nasi goreng bakso sosis dan segelas es jeruk terhidang di hadapan saya. Begitu menggugah selera dengan telur dadar terhampar di atas nasi. Sekali lihat saja, saya langsung tahu bahwa nasi goreng ini tidak berminyak seperti nasi goreng gerobak pinggir jalan lainnya. Bahkan, telur dadarnya pun kering. Tidak salah rasanya jika Nasi Goreng MPR ini termasuk ke dalam salah satu nasi goreng legendaris karena rasanya memang enak. Tidak pekat, dimana bumbu nasi goreng diracik seimbang dan menonjolkan rasa gurih yang pas. Tanpa terasa, satu piring pun habis dan perut saya yang sempat bernyanyi kelaparan kini terdiam.

Jl. Fatmawati (depan toko Philips)
Jakarta Selatan
Buka Senin-Minggu, pukul 19.00-23.00 WIB
T: 0858-88907745
Rp30.000/US$2,20 per orang

The post Jakarta: Nasi Goreng MPR appeared first on Good Indonesian Food.

]]>
/story/jakarta-nasi-goreng-mpr/feed/ 0
Tak Hanya untuk Pengantin, Ini Makna Roti Buaya untuk Para Lajang /story/tak-hanya-untuk-pengantin-ini-makna-roti-buaya-untuk-para-lajang/ /story/tak-hanya-untuk-pengantin-ini-makna-roti-buaya-untuk-para-lajang/#respond Wed, 05 Apr 2017 05:30:30 +0000 /?p=9060/ Menelisik filosofi dibalik kehadiran roti buaya dalam sebuah acara pernikahan

The post Tak Hanya untuk Pengantin, Ini Makna Roti Buaya untuk Para Lajang appeared first on Good Indonesian Food.

]]>
Dalam acara pernikahan masyarakat Betawi, kita pasti sering melihat antaran berupa roti berbentuk buaya dari mempelai pria kepada mempelai wanita. Keberadaan penganan ini memang seakan sudah menjadi keharusan. Rupanya, bukan hanya sebagai bagian dari antaran, roti buaya sebagai makanan khas Betawi memiliki makna yang lebih dalam daripada itu.

Kini Hadir Dalam Berbagai Rasa Ukuran
Roti buaya selalu diantarkan secara berpasangan, yaitu laki-laki dan perempuan. Roti buaya perempuan umumnya didampingi roti buaya kecil yang menggambarkan anak buaya. Inilah yang membedakannya dari roti buaya laki-laki. Dulu, roti buaya umumnya tidak memiliki rasa, alias tawar. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, roti buaya diberi berbagai varian rasa agar dapat dimakan setelah acara usai. Ada cokelat, keju, ataupun selai, tergantung pesanan.

Ukuran roti buaya cukup besar, kira-kira sepanjang lengan orang dewasa. Namun, kini, roti buaya sudah dapat ditemui dalam bentuk kecil dan dikemas terpisah layaknya roti yang dijual secara satuan. Roti buaya kecil ini tentu bisa dipakai sebagai kudapan atau pengganjal perut saat lapar. Namun, tidak semua toko roti membuat dan menjual roti buaya karena biasanya roti buaya baru dibuat saat dipesan. Kini, roti buaya bisa Anda cari dengan mudah di pasar kue subuh, seperti Senen atau Blok M, lengkap dengan hiasan nampan dan pita.

roti buaya

Makna dan Filososi
Lalu, falsafah apa yang terkandung dalam roti buaya? Masyarakat Betawi percaya bahwa buaya adalah lambang kesetiaan karena hewan ini hanya menikah sekali dengan pasangannya. Diharapkan pengantin yang menerima roti buaya akan berbuat hal yang sama, yaitu selalu setia kepada pasangannya. Selain itu, buaya juga digambarkan sebagai hewan yang sabar. Sifat ini juga diharapkan terbawa ke dalam kehidupan para pengantin agar selalu sabar dalam menghadapi berbagai masalah. Dibalik keunikan bentuk makanan khas Betawi ini, tersimpan doa dan pengharapan yang baik juga.

Uniknya, selain kedua falsafah di atas, roti buaya yang dibawa pada saat pernikahan juga dapat dikonsumsi atau dibagikan kepada para tamu dengan syarat si penerima masih melajang. Pembagian roti ini dimaksudkan sebagai doa agar mereka segera menemukan jodoh. Tidak hanya itu, tradisi roti buaya juga sedikit banyak sudah mengalami pergeseran. Dulu, roti buaya dibuat untuk disimpan, bukan dimakan. Hal ini merupakan simbol layaknya roti yang makin lama makin habis karena dimakan belatung, begitu pula dengan cinta pasangan yang menikah akan terus bertahan hingga wafat kelak.

Melihat falsafah roti buaya yang begitu mendalam tersebut, masih relevankah ledekan “lelaki buaya” untuk menggambarkan pria yang suka menebar pesona?

Baca Juga:
6 Kedai Soto Betawi yang Wajib Anda Kunjungi
Jangan Lewatkan 5 Sajian Lezat ini di Jalan Sabang
Sate Taichan: Penantang Baru Penyuka Rasa Pedas

The post Tak Hanya untuk Pengantin, Ini Makna Roti Buaya untuk Para Lajang appeared first on Good Indonesian Food.

]]>
/story/tak-hanya-untuk-pengantin-ini-makna-roti-buaya-untuk-para-lajang/feed/ 0
Jakarta: Martabak AA /story/jakarta-martabak-aa/ /story/jakarta-martabak-aa/#respond Wed, 08 Mar 2017 03:10:25 +0000 https://goodindonesianfood.com/?p=8402/
Jl. Minangkabau No.29, Jakarta Selatan
Rp.60.000/US$4,50 per orang

The post Jakarta: Martabak AA appeared first on Good Indonesian Food.

]]>
Tepat di tepi Jalan Minangkabau, Manggarai, banyak mobil berderet di depan sebuah kedai. Meja dan bangku kayu dipenuhi orang-orang yang menunggu pesanan mereka. Bau harum masakan tercium dari dalam kedai membuat saya penasaran. Apa sih yang membuat orang-orang ini rela mengantre?

Demi Martabak!
Ternyata, di sinilah lokasi Martabak AA yang legendaris itu. Berdiri sejak 1982, nama Martabak AA berasal dari nama dua pemiliknya, yaitu A Siang (Surya) dan A Kiu (Sulaiman). Dulu, martabak ini tidak terlalu ramai. Namun, lambat-laun pembelinya terus bertambah hingga seramai sekarang. Dalam sehari, Martabak AA bisa menjual hingga 500-600 bungkus dan menghabiskan enam hingga tujuh peti telur.

Pembeli yang datang bisa melihat proses pembuatan tiap martabak, mulai dari isian, kulit, proses memasaknya, hingga akhirnya dimasukkan ke dalam kardus. Hal ini rupanya sengaja dilakukan agar pengunjung percaya dan yakin dengan bahan serta kualitas rasa martabak. Sayangnya, meskipun terdapat meja dan bangku, pembeli tidak disarankan makan di tempat. Selain karena tidak ada peralatan makan yang memadai, pengunjung pun silih-berganti datang sehingga meja dan bangku tersebut umumnya dimanfaatkan untuk menunggu pesanan mereka selesai. Namun, di sisi kiri dan kanan Martabak AA terdapat kedai yamin dan siomay yang bisa dicoba seraya menunggu martabak siap.

martabak AA

Varian Sederhana
Meskipun kedai martabak sekarang sudah tumbuh bak jamur di musim hujan, Martabak AA masih memiliki tempat di hati para pelanggannya. Menunya mungkin terasa kurang variatif bagi anak muda karena tidak menghadirkan berbagai martabak kekinian yang sedang marak, seperti Oreo, Nutella, Toblerone, red velvet, atau mozzarella. Namun, rupanya hal ini tidak menjadi masalah bagi pelanggan lama yang sudah terlanjur klop dengan rasa martabak ini.

Baca Juga: Sensasi Nikmat Martabak Kubang yang Legendaris

Antrean yang cukup panjang tentu tidak menyurutkan niat saya mencoba martabak ini. Pilihan saya jatuh kepada martabak telur daging sapi. Harganya memang cenderung lebih mahal dari martabak telur biasa sehingga saya penasaran, apa yang membedakan mereka. Begitu pesanan tiba, air liur saya rasanya langsung memenuhi mulut. Martabak telur yang ada di hadapan saya terlihat tebal dengan isian penuh. Saat digigit pun rasanya gurih dan terasa renyahnya bawang bombay. Potongan dagingnya pun tebal dan besar sehingga nikmat saat dikunyah. Benar-benar pengalaman baru dalam menikmati martabak telur yang pernah saya rasakan.

Artikel ini bisa juga dibaca di The Jakarta Post: Introducing Martabak AA, a much-celebrated ‘martabak’ joint in South Jakarta

Jl. Minangkabau No.29, Ps. Manggis, Setiabudi,
Jakarta Selatan
T: 08561946364
Buka setiap hari, pukul 14.00-00.00 WIB
Rp.60.000/US$4,50 per orang

The post Jakarta: Martabak AA appeared first on Good Indonesian Food.

]]>
/story/jakarta-martabak-aa/feed/ 0